Agensia Hayati Atasi Hama Tanaman Jeruk Secara Ramah Lingkungan

Oleh : Wiyanto | Kamis, 06 Juni 2019 - 07:43 WIB

Mentan Amran Andi Sulaiman di panen jeruk
Mentan Amran Andi Sulaiman di panen jeruk

INDUSTRY.co.id

Malang - Desa Selorejo, Kecamatan Dau, berada sekitar 8 kilometer dari Kota Batu di Kabupaten Malang. Lokasi ini berhawa sejuk dengan pemandangan Gunung Semeru, Gunung Arjuna dan Gunung Kawi ini mempunyai potensi pengembangan buah jeruk. Komoditas buah jeruk yang merupakan sentra penghasil kini memang sudah identik dengan obyek wisata.

Sepanjang kawasan, masyarakat setempat yang memiliki kebun secara aktif menawarkan wisata petik jeruk.

Kepala Desa Selorejo, Bambang Soponyono menjelaskan bahwa hampir semua lahan warga memiliki tanaman jeruk. Desa ini memiliki lahan baku sawah seluas 43 hektare dan baku tegal seluas 320 hektare ini didominasi kebun jeruk. Pesona wisata petik jeruk itu kini sudah menjadi ikon desa. Jika sedang musim liburan panjang, lalu-lalang kendaraan dari luar Jawa Timur pun silih berganti menuju desa itu.

“Sisi agribisnis jeruk ini akan bersinergi dengan sisi wisata yang sudah ada dan terus dikembangkan. Tujuannya, selain sisi ekonomi agribisnis dan kepariwisataan, juga sekaligus memberikan manfaat dan nilai tambah bagi petani," ujar Sopoyono.

Adalah Sujarwo, petani jeruk senior yang telah mengelola kebun jeruknya selama puluhan tahun. Tanaman jeruk yang dimilikinya berjumlah sekitar 1000 batang.

"Untuk sukses dalam bertani jeruk bukanlah instan. Pasti ada pengalaman pahit manis yang dijalani. Salah satunya serangan OPT pada tanaman jeruk," ujarnya.

Dalam usaha tani jeruk, pengeluaran terbesar adalah untuk pembelian sarana pengendalian OPT yaitu pestisida. Semasa belum menjadi binaan UPTD BPTPH Jawa Timur, Sujarwo mengaku bergantung pada pestisida.

Pada 1990 an petugas BPTPH mengenalkan agens hayati dan pestisida nabati sebagai bahan pengendalian OPT. Secara bertahap cara tersebut diadopsi dan mulai penggunaan pestisida khususnya insektisida. Pengalaman tersebut ternyata membuahkan hasil yang positif.

"Pengalaman menggunakan agens hayati, penggunaan pestisida dapat ditekan hingga 50 persen. Buah jeruk yang dikelola secara ramah lingkungan lebih berkualitas baik dari rasa maupun tampilannya, serta daya simpan lebih lama. Hal ini tentunya sangat menggembirakan," ungkap pria yang akrab dipanggil Jarwo ini.

Setelah merasakan manfaat dan keuntungan dari cara pengendalian OPT secara ramah lingkungan, Jarwo menekuni kearifan lokal dengan membuat ramuan bahan pengendalian OPT antara lain dengan menggunakan tanaman kipait, nimba, sirsak dan sebagainya.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf mengemukakan bahwa Kementan bersama jajaran UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) serta Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit/Laboratorium Agens Hayati terus mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi pengendalian OPT secara ramah lingkungan.

"Petugas perlindungan di lapang siap mendampingi petani dalam mengembangkan pertanian organik. Diharapkan kedepan penerapan budidaya tanaman hortikultura secara ramah lingkungan khususnya pada tanaman jeruk semakin luas. Apalagi jeruk di Kecamatan Dau dikembangkan sebagai wisata agro, maka kebun hendaknya aman bagi pengunjung dan produknya aman konsumsi," jelasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Veolia

Senin, 24 Juni 2019 - 21:05 WIB

Veolia Water Technologies Establishes Asia Pacific Headquarters in Kuala Lumpur

Veolia Water Technologies, a leading solutions provider for both water and wastewater treatment, is pleased to announce the formation of its regional headquarters in Kuala Lumpur. The move from…

Suasana Konferensi Pers menyambut Harkopnas 2019 yang bakal diselenggarakan pada 12-14 Juli

Senin, 24 Juni 2019 - 20:59 WIB

Ini Alasan Harkopnas 2019 Diadakan di Purwokerto

Penetapan Purwokerto sebagai kota penyelenggara acara puncak Harkopnas 2019 adalah keputusan bernilai sejarah yang menarik.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 24 Juni 2019 - 20:00 WIB

IMF: Perang Dagang AS-Tiongkok Tak Ada Pihak yang Diuntungkan

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak akan menguntungkan pihak mana pun dalam jangka panjang, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde…

Ilustrasi Ekspor (ist)

Senin, 24 Juni 2019 - 19:45 WIB

Pemerinah Bakal 'Nendang' Ekspor Lewat Insentif Fiskal

Pemerintah terus melakukan terobosan kebijakan yang dapat menggairahkan iklim usaha di dalam negeri sehingga turut memacu pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah strategisnya, yang dalam waktu…

LinkedIn

Senin, 24 Juni 2019 - 18:10 WIB

LinkedIn: Tiga Rising Skills Ini Pengaruhi Inovasi dan Transformasi Perusahaan di Indonesia

LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, meluncurkan Laporan Future of Skills 2019, yang mengidentifikasi 10 rising skills (peningkatan keterampilan) yang paling tinggi di antara…