Investasi Manufaktur Kian Agresif, Pegatron Gandeng Industri Elektronik Nasional

Oleh : Hariyanto | Minggu, 02 Juni 2019 - 12:43 WIB

Foto Ilustrasi: Pegatron, pabrik elektronik yang berbasis di Taiwan memilih Indonesia untuk diversifikasi manufakturnya
Foto Ilustrasi: Pegatron, pabrik elektronik yang berbasis di Taiwan memilih Indonesia untuk diversifikasi manufakturnya

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu sektor manufaktur yang kian agresif berinvestasi di Indonesia, yakni industri elektronika. Misalnya, perusahaan elektronik asal Taiwan, Pegatron menggandeng industri elektronik nasional di Batam untuk memproduksi komponen dan perlengkapan wifi yang telah diekspor ke Amerika Serikat. 

“Mereka menyampaikan bahwa akan menaikkan jumlah produksinya dan memproduksi produk elektronika lainnya dalam kapasitas kerja sama dengan Satnusa. Selain itu, mereka juga sedang mencari lokasi baru investasi. Selain di Batam, mereka juga mempertimbangkan Jawa Timur,” ujar Menteri Airlangga di Jakarta, Minggu (2/6/2019).

Di samping itu, Airlangga mengemukakan, ada beberapa industri asal China yang akan merelokasi pabriknya ke Asia Tenggara termasuk Indonesia yang menjadi tujuan utamanya. “Ada perusahaan tekstil, garmen, dan alas kaki yang sedang melihat lokasi baru di Indonesia. Selain itu juga industri kimia dan biokimia serta industri otomotif,” sebutnya.

Sektor-sektor tersebut merupakan industri yang sedang mendapat prioritas pengembangan oleh pemerintah Indonesia agar lebih berdaya saing global, karena termasuk yang berorientasi ekspor, padat karya, dan menjadi substitusi impor. Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri-industri tersebut juga akan menjadi sektor pionir dalam penerapan industri 4.0 di Tanah Air.

“Saat ini menunjukkan persaingan ketat antara negara Asia yang berlomba-lomba mendapatkan keuntungan dari perang dagang AS-China dengan menjadikan negara-negara mereka menarik bagi investasi asing,” ungkapnya.

Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito menuturkan bahwa izin usaha industri atas nama PT Pegatron Technology Indonesia telah berlaku efektif mulai 15 Maret 2019. Pegatron akan membuat komponen produk smart-home (komputer, alat-alat telekomunikasi nirkabel, dan sebagainya) serta smartphone.

"informasi yang saya dapat dari pengelola kawasan industri Batamindo, Pegatron telah melakukan investasi awal senilai Rp50 miliar untuk membuat komponen produk smart-home yang berlokasi di Kawasan Batamindo, Batam. Apabila berjalan baik dan lancar, akan menambah investasinya ke depan. Memang total yang akan mereka gelontorkan mencapai USD1,5 miliar," ungkapnya.

Sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), izin usaha Pegatron juga mencakup industri peralatan komunikasi. Bukan hanya memproduksi komponen produk smart-home. Pegatron juga akan memproduksi smartphone-chip Apple, yaitu untuk iPhone.

"Kalau dicermati dari lingkup izin usahanya, Pegatron juga memasukkan KBLI semi-conductor. Mungkin ke depan bisa jadi akan memproduksi serangkaian smartphone-chip," imbuhnya. Untuk itu, Pegatron menggandeng perusahaan elektronik Indonesia, PT Sat Nusapersada Tbk.

"Kami memang mendorong agar ada kemitraan dengan industri lokal seperti Sat Nusapersada dan yang lainnya," tutur Warsito. Sat Nusapersada sendiri sudah menginformasikan kerja sama dengan Pegatron ini ke Bursa Efek Indonesia. Relokasi Pegatron ke Batam membutuhkan sedikitnya 10-15 hektare lahan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Senin, 24 Februari 2020 - 06:00 WIB

Wapres Ma'ruf Amin dan Ketua MPR RI Hadiri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengungkapkan begitu banyak filosofi bikers yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan keseharian. Seorang biker harus menjaga keseimbangan agar dapat melaju…

PT Telkom Indonesia. (Foto: IST)

Senin, 24 Februari 2020 - 05:37 WIB

Mengupas Saham Pilihan Awal Pekan

IHSG masih terlihat berusaha untuk keluar dari fase konsolidasi wajarnya, memanfaatkan momentum koreksi wajar masih bisa dijadikan peluang oleh investor. IHSG akan berada di level 5821 - 6024.

Ilustrasi ATM BCA (Foto Ist)

Senin, 24 Februari 2020 - 05:28 WIB

IHSG Konsolidasi, Enam Saham Jadi Perhatian

Secara teknikal seakan pulled back Moving Average 20 hari dan upper bollinger bands dengan konfirmasi break out support Moving Average 5 hari dilevel 5900. indikator Stochastic terkonsolidasi…

Fintech payment aplikasi Cashbac

Senin, 24 Februari 2020 - 05:05 WIB

Berburu Cashbac Reward 4 Kali Lipat

Tahun Kabisat (leap year) adalah tahun spesial, karena tahun ini tidak terdiri dari 365 hari akan tetapi 366 hari. Inilah keunikan lain dari bulan Februari yang membuatnya kian spesial. Tahun…

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M.

Senin, 24 Februari 2020 - 04:00 WIB

Bakamla RI Tindak Lanjuti Arahan Presiden Dalam Penguatan Indonesian Coast Guard

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., langsung menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo tentang Penguatan Bakamla RI menjadi Indonesian Coast Guard dengan melaksanakan…