Ini Upaya Meliá Hotels International dalam Pemberdayaan Perempuan

Oleh : Hariyanto | Senin, 06 Mei 2019 - 16:44 WIB

INNSiDE by Melia
INNSiDE by Melia

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perubahan teknologi dan perkembangan ekonomi yang pesat telah menjadikan Asia Pasifik sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di mata internasional. 

Peningkatan jumlah wisatawan dapat membawa pendapatan positif bagi negara, namun pergerakan manusia dalam jumlah besar juga menciptakan bahaya perdagangan manusia dan kasus pelecehan, terutama bagi perempuan. 

Hal tersebut juga menjadi salah satu masalah yang menjadi perhatian para pelaku bisnis di industri pariwisata, terutama salah satu perusahaan perhotelan terbesar di dunia, Meliá Hotels International.

Perusahaan hotel ternama asal Spanyol, Meliá Hotels International telah membangun jejak yang signifikan di Asia Pasifik dengan lebih dari 20 properti yang tersebar di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Myanmar, dan Tiongkok. 

Bernardo Cabot, Vice President Asia Pacific Meliá Hotels International menyatakan bahwa perusahaan telah sejak lama memperhatikan secara cermat isu kesetaraan gender dan pentingnya keragaman, terutama di area Asia Pasifik. 

"Meliá adalah perusahaan yang bangga dengan keragaman kami dalam gender, budaya, kebangsaan, dan generasi. 44% dari tim global kami terdiri dari perempuan; dan perempuan menempati 25% dari semua posisi manajemen di hotel dan kantor perusahaan kami di mana jumlahnya meningkat setiap tahun," ungkap Bernardo di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Situasi sosial ekonomi yang masih berkembang dan belum sepenuhnya merata di berbagai negara Asia Pasifik juga menghadirkan tantangan terkait kesetaraan gender dan kesejahteraan pekerja perempuan. Meski demikian, kondisi ini juga memberikan kesempatan besar bagi para pemain utama dalam bisnis pariwisata untuk meningkatkan kesadaran dan mengambil langkah pencegahan dalam menghadapi tantangan ini.


Mencoba memberikan peluang yang lebih besar dan menanamkan semangat kesetaraan gender, perusahaan berusaha untuk terus meningkatkan komposisi perempuan dalam peran manajerial. Di Asia Pasifik sendiri, 63% dari tim terdiri dari pegawai perempuan, dan pada posisi eksekutif, 6 dari 15 jabatan diisi oleh perempuan, menjadikan 40% dari posisi ekskutif diduduki oleh perempuan.

"Sudah berada dalam DNA perusahaan kami untuk menyediakan kesempatan yang setara tanpa melihat gender, ras, agama, atau klasifikasi yang mendiskriminasi lainnya. Kami berfokus kepada pribadi, pada performa dan komitmen mereka dalam pekerjaan, pada perkembangan dan kesuksesan yang diraih," ujar Javier Tejero, Human Resources Director Asia Pacific Meliá Hotels International.

Meski demikian, Javier tidak memungkiri bahwa bahkan dalam skala global sekalipun, kesetaraan gender masih menjadi suatu tantangan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam lingkungan professional. 

"Saya rasa masing-masing dari kita harus memikirkan bagaimana caranya kita dapat berkontribusi dari bidang kita masing-masing untuk menanggulangi hal ini, dan mencapai dunia yang lebih baik untuk semua orang. Hal ini juga yang menjadi bagian penting dalam misi perusahaan kami di sini," tambahnya .

Selain langkah-langkah internal yang diterapkan dalam jaringan Asia Pasifik, Meliá Hotels International secara global juga mempromosikan pemberdayaan perempuan dengan bergabung dalam ClosinGap, sebuah gerakan yang diinisasi oleh 11 perusahaan ternama di Spanyol bersama beberapa nama terkemuka seperti L'Oréal, Vodafone, BMW dan banyak lagi. 

ClosinGap bertujuan untuk membuka diskusi dan upaya dalam menganalisis kesenjangan gender di berbagai industri seperti hiburan, kesehatan, konsiliasi, pendidikan, pariwisata, konsumsi, digitalisasi, keuangan, untuk menghitung dampak ekonomi dan menentukan tindakan yang dapat diambil oleh masyarakat dan institusi untuk memerangi isu kesetaraan gender.

Kesenjangan gender adalah kenyataan di berbagai bidang kehidupan masyarakat terutama dalam industri pariwisata, dan menyebabkan dampak ekonomi yang penting karena banyak bakat hilang karena ketidaksetaraan gender. 

"Masih banyak yang harus dilakukan dalam hal kesetaraan, dan itulah sebabnya kami merasa penting untuk memanfaatkan momen ini untuk mengenali dan merayakan peran wanita dalam perusahaan kami, bekerja keras untuk memastikan lingkungan kerja yang saling menghormati dan peluang yang setara," tutup Bernardo.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelindo 1 Lhokseumawe Ekspor Perdana CPO ke India

Rabu, 13 November 2019 - 08:30 WIB

Pelindo 1 Lhokseumawe Ekspor Perdana CPO ke India

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe melakukan kegiatan ekspor perdana komoditas Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 5.442 Metrik Ton yang akan dikirimkan ke Pelabuhan…

OttoPay jalin kerja sama dengan aplikasi pembayaran digital dari Bank

Rabu, 13 November 2019 - 08:20 WIB

Permudah Transaksi, OttoPay Jalin Kerja Sama dengan Aplikasi Pembayaran Digital dari Bank

Aplikasi pembayaran non tunai, OttoPay menjalin kerja sama dengan berbagai bank yang memiliki aplikasi pembayaran digital.

Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian

Rabu, 13 November 2019 - 08:02 WIB

Mentan SYL Lawan Alih Fungsi Lahan Pertanian Dengan Insentif

Jakarta - Adanya kecenderungan meluasnya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian saat ini, telah menyebabkan susutnya lahan pertanian secara progresif. Sejatinya pemerintah telah memiliki…

Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Program Rehabilitasi Orangutan

Rabu, 13 November 2019 - 08:00 WIB

Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Program Rehabilitasi Orangutan

Sebagai wujud kepedulian terhadap satwa yang dilindungi, PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Pupuk Kaltim dan PT Rekayasa Industri (Rekind) menyalurkan bantuan mobil operasional…

PT Dahana Persero

Rabu, 13 November 2019 - 07:30 WIB

DAHANA Tawarkan Layanan Total Explosives Solution

-Industri bahan peledak menawarkan medan yang kompetitif bagi para pelakunya. Inovasi menjadi kata kunci untuk terus memenangkan persaingan dalam industri ini. Dengan beragam sektor pengguna,…