INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dua tahun setelah meluncurkan komitmen keberlanjutan laut bersama WWF Prancis, Novotel menunjukkan hasil nyata dalam upaya menjaga kesehatan ekosistem laut dunia. 

Jaringan hotel global yang memiliki lebih dari 600 properti ini melaporkan berbagai pencapaian penting mulai dari pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penerapan praktik pangan berkelanjutan, hingga dukungan terhadap penelitian dan konservasi laut di berbagai negara.

Menjelang Hari Laut Sedunia yang diperingati setiap 8 Juni, Novotel merilis Laporan Dampak Laut 2026 yang memaparkan secara transparan perkembangan, tantangan, serta dampak yang telah dicapai sepanjang satu tahun terakhir. 

Laporan tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pelestarian laut dan memperkuat kontribusi sektor perhotelan terhadap keberlanjutan lingkungan.

Presiden Global Brand Novotel, Jean-Yves Minet, menegaskan bahwa industri perhotelan memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampak positif bagi manusia dan planet.

"Selama setahun terakhir, kami terus mengubah ambisi menjadi aksi nyata di seluruh hotel kami, mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai hingga mendukung berbagai proyek konservasi laut penting bersama WWF. Setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten memberikan dampak besar bagi kesehatan dan keberlanjutan lautan," ujarnya.

Salah satu pencapaian utama yang dicatat Novotel adalah keberhasilan 92 persen hotel dalam jaringannya mematuhi kebijakan Accor terkait pengurangan plastik sekali pakai. Selain itu, sebanyak 73 persen hotel telah memperoleh sertifikasi ramah lingkungan dari lembaga independen.

Di sektor kuliner, Novotel juga mempercepat transformasi menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Saat ini, 50 persen hotel Novotel telah menawarkan menu dengan sedikitnya 25 persen pilihan vegetarian atau berbasis nabati. Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan koki dan kreator digital Alfie Steiner untuk menghadirkan hidangan nabati yang tetap mengutamakan cita rasa.

Tak hanya itu, sebanyak 41 persen hotel Novotel telah menghapus lebih dari 350 spesies hidangan laut yang tergolong rentan dari menu mereka sesuai Prinsip Hidangan Laut Berkelanjutan WWF. Hingga pertengahan Mei 2026, lebih dari 1.600 koki dan staf dapur juga telah mengikuti pelatihan hidangan laut berkelanjutan yang diselenggarakan WWF.

Komitmen tersebut semakin diperkuat setelah Novotel menjadi merek hotel pertama yang bergabung dengan Seafood Task Force pada 2025. Melalui keanggotaan ini, perusahaan mendorong transparansi dan ketertelusuran rantai pasok hidangan laut, termasuk proyek pengadaan tuna dan udang berkelanjutan di 50 hotel yang tersebar di Indonesia, Thailand, dan Vietnam.

Selain aspek operasional, Novotel juga berupaya meningkatkan edukasi dan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga laut. Lebih dari 3.200 anggota tim hotel telah menyelesaikan pelatihan kesadaran laut yang dikembangkan bersama AXA Climate.

Perusahaan juga menghadirkan berbagai program edukatif untuk keluarga dan tamu hotel, termasuk permainan interaktif bertema konservasi laut, aktivasi Bulan Laut Sedunia, hingga pameran realitas virtual imersif yang memungkinkan pengunjung menjelajahi keindahan bawah laut melalui karya fotografer satwa liar sekaligus ahli biologi konservasi, Kaushik Subramaniam.

Menurut Jean-Yves Minet, hotel memiliki posisi strategis dalam menjangkau jutaan tamu setiap tahun sehingga dapat menjadi sarana efektif untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian laut.

"Konservasi laut harus menjadi isu yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu kami terus menghadirkan berbagai program yang mampu menginspirasi tamu untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lautan," katanya.

Melalui kemitraan dengan WWF Prancis, Novotel juga terus mendukung berbagai proyek konservasi laut di sejumlah wilayah dunia. 

Program tersebut mencakup perlindungan padang lamun Posidonia di kawasan Mediterania, pengangkatan jaring hantu yang mengancam ekosistem laut, penelitian paus melalui program Blue Panda, hingga perlindungan penyu laut di Atlantik Barat.

Manajer Program Kelautan WWF Prancis, Ludovic Frère Escoffier, menilai kemitraan ini menjadi contoh bagaimana sektor perhotelan dapat memainkan peran penting dalam upaya konservasi.

"Melindungi laut membutuhkan kolaborasi jangka panjang dan aksi bersama. Novotel menunjukkan bahwa perusahaan global dapat berkontribusi tidak hanya melalui perubahan operasional, tetapi juga dengan mendukung penelitian, edukasi, dan pelibatan masyarakat," ujarnya.

Ke depan, Novotel berkomitmen memperluas program ketertelusuran hidangan laut, meningkatkan pelatihan bagi karyawan, memperkuat pendekatan plant-forward dalam menu makanan dan minuman, serta mendukung berbagai proyek konservasi baru di kawasan Laut Baltik dan Australia.

Melalui langkah-langkah tersebut, Novotel berharap dapat membantu menciptakan masa depan laut yang lebih sehat sekaligus memperkuat hubungan antara industri perjalanan dan upaya pelestarian lingkungan.

"Lautan adalah fondasi kehidupan di Bumi. Melindunginya bukan hanya tanggung jawab lingkungan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masyarakat, industri perjalanan, dan generasi mendatang," tutup Jean-Yves Minet.