Kawasan Industri Indonesia Menuju yang Terbaik di Asean!

Oleh : Ridwan | Selasa, 16 April 2019 - 10:35 WIB

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengembangan kawasan industri mampu mengerek kontribusi industri manufaktur ke produk domestik bruto (PDB). Namun, pemerintah perlu mengatasi dua tantangan utama pengusaha ketika mengembangkan kawasan industri.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar menjelaskan, di masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), pengembangan kawasan industri menghadapi dua tantangan masalah yang belum bisa diselesaikan, yaitu pertanahan dengan penduduk dan izin lingkungan. 

"Kedua masalah ini terus membayangi, dan masih belum bisa terselesaikan," kata Sanny Iskandar di Jakarta (15/20).

Ditambahkan Sanny, kedua masalah tersebut dapat terselesaikan dengan bantuan pemerintah, karena pengusaha dan pengembang kawasan industri tidak bisa bekerja sendiri. 

"Saat ini, beberapa penduduk belum bisa menyerahkan lahannya ke pengembang kawasan industri, karena alasan warisan dan alasan lain. Sementara itu, izin lingkungan juga menjadi masalah, karena ada daerah yang mengutamakan limbah bersih. Oleh karena itu, kami butuh bantuan dari pemerintah, karena membangun KI tidak mudah," jelas Sanny.

Sanny berharap pemerintah bisa memperbanyak kawasan industri, karena menguntungkan. Menurutnya, kawasan industri di Indonesia sudah lebih berdaya saing jika dibandingkan dengan negara lainnya.

"Kawasan industri Indonesia bisa menjadi nomor satu di Asean, jika kedua permasalahan tersebut bisa segera diselesaikan," tegas Sanny.

Ia menilai, selama pemerintahan Jokowi-JK, kawasan industri dikembangkan dalam beberapa konsep, yaitu integrated industrial city atau sebuah kawasan industri terpadu yang terhubung dengan infrastruktur dan utilitas industri seperti pelabuhan, pembangkit listrik dan pemukiman serta konsep eco industrial park atau yang dikenal dengan kawasan industri hijau berbasis ramah lingkungan dan energi terbarukan.

Dalam hal kemudahan perizinan, dia menuturkan, pemerintah sudah meluncurkan online single submission yang bisa membantu percepatan proses perizinan. Sampai saat ini, realisasi pembangunan kawasan industri masih fokus di Jawa. Jumlah kawasan industri yang tercatat di HKI mencapai 87 dengan total area 86 ribu hektare (ha).

"Yang sudah beroperasi di Jawa mencapai 44 kawasan industri dan di luar Jawa 18. HKI bersama pemerintah terus mendorong pemerataan KI di luar Jawa, terutama daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya alam," ujar dia.

Dia menilai, upaya pemerataan penyebaraan dan percepatan pembangunan industri ke daerah telah dibuat dengan kebijakan percepatan realisasi pembangunan, antara lain Kawasan Industri Prioritas dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan ditetapkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Pengembangan kawasan industri di luar Jawa menjadi sebuah tantangan tersendiri, karena banyak pertimbangan yang harus dilihat.

Pemerintah pusat dan daerah perlu bemitra dengan investor untuk membangun kawasan industri di daerah. Jika tidak, daerah tersebut tidak akan bisa menjadi KI. Selain itu, KI akan maju jika didukung tenaga kerja yang terampil dan lingkungan sekitar yang kondusif.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Seminar Banten Outlook 2020

Kamis, 12 Desember 2019 - 19:42 WIB

Menteri Basuki: Pembangunan Infrastruktur Kerakyatan akan Kurangi Kesenjangan Antar Wilayah di Banten

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah di Provinsi Banten melalui penyediaan infrastruktur berbasis masyarakat (IBM).

Presiden Jokowi meresmikan Tol Layang Japek

Kamis, 12 Desember 2019 - 19:28 WIB

Diresmikan Presiden Jokowi, Jalan Tol Layang Japek Akan Kurangi Kemacetan Hingga 30 Persen

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio dan Gubernur Jawa…

Presiden Joko Widodo saat melepas ekspor Isuzu Pick-up Traga (Foto: Setkab)

Kamis, 12 Desember 2019 - 19:10 WIB

Isuzu Bidik Target Ekspor 6.000 Unit Pick-up Traga Hingga Akhir 2020

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menargetkan ekspor 6.000 unit kendaraan medium pick-up Isuzu Traga ke Filipina. Target tersebut ditetapkan sejak Desember 2019 hingga akhir  2020.

12.12 realme Carnival

Kamis, 12 Desember 2019 - 18:19 WIB

12.12 realme Carnival Hadir dengan Diskon Hingga 60 Persen

Tanggal 12 Desember menjadi tanggal penting bagi yang ingin mendapatkan barang impian dengan harga khusus. Seperti realme yang memberikan kejutan kepada pelanggan dalam rangka meramaikan momentum…

Penandatanganan kerjasama Pos Indonesia dengan SiCepat dan Haistar di Gedung Filateli Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. (Kiri ke kanan) CEO Haistar Donny Maya Wardhana, Direktur Komersial Pos Indonesia Charles Sitorus dan CEO SiCepat The Kim Hai (sumber foto: beritasatu)

Kamis, 12 Desember 2019 - 18:01 WIB

Digandeng Pos Indonesia, Sicepat Ekspres Bakal Lari Kencang

Jakarta-Bertempat di Pos Indonesia Cohive Filateli, Jakarta, pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) (12/12/2019), PT Pos Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan SiCepat Ekspres dan…