DPR Sampai Kadin Dukung dan Apresiasi Mentan Amran

Oleh : Wiyanto | Kamis, 04 April 2019 - 09:59 WIB

Mentan Amran Sulaiman berdialog dengan petani bawang merah Brebes.
Mentan Amran Sulaiman berdialog dengan petani bawang merah Brebes.

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Badan Urusan Logistik (Bulog), termasuk semua pihak yang terlibat di sektor pertanian agar melakukan penyerapan gabah hasil panen raya di sejumlah daerah. Langkah ini perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

"Kita harakan Bulog segera melakukan penyerapan gabah petani secara masif. Kemudian pembelian harga gabah petani juga tidak boleh di bawah Rp 4.070 per kilogram, pokoknya harus sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Rabu (3/4).

Mengenai hal ini, Anggota DPR dari Komisi IV, Endang Srikarti Handayani mendukung himbauan Kementerian Pertanian sekaligus arahan Presiden tersebut. Kata Endang, upaya ini sudah tepat sasaran karena mampu mengurangi potensi kerugian akibat merosotnya harga gabah kering.

"Kalau sudah ada ajakan untuk menyerap gabah hasil panen milik petani, itu kan bentuk komitmen kepedulian pemerintah untuk menstabilkan lagi harga. Upaya ini harus kita dukung," katanya.

Menurut Endang, Kementan dibawah pimpinan Andi Amran Sulaiman berhasil menjalin relasi yang sangat baik dengan para petani di seluruh Indonesia. Karenanya, Amran tidak mungkin mengabaikan nasib dan kesejahteraan petani.

"Pemerintah sudah serius dan fokus ke kesejahteraan petani. Apalagi kondisi sekarang sudah kelihatan ada permintaan Amran Sulaiman supaya dilakukan penyerapan gabah besar-besaran," ucap Endang.

Adapun saat ditanya soal turunya harga gabah, Endang mengatakan bahwa kondisi ini sebaiknya dilihat secara obyektif. Misalnya, kata dia, tingkat produksi yang tinggi bisa menjadi indikator sejauh mana kesejahteraan petani berdasarkan nilai tukarnya.

Disisi lain, pencapaian pemerintah dalam meningkatkan produksi berdampak pada naiknya skala ekspor. Kenaikan ini rupanya menuai banyak pujian dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesian, Rosan P Roeslandi.

Rosan mengapresiasi capaian ekspor komoditas pertanian Indonesia sesuai data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun data yang disebut Rosan mencatat adanya skala ekspor komoditas perdagangan pertanian pada April ini yang mencapai 6,11 persen (month on month) dan 7,38 persen (year on year).

Menurut dia, capaian tersebut menandakan bukti keseriusan Mentan Amran Sulaiman untuk mengoptimalkan potensi alam Indonesia selama empat tahun terakhir.

"Harus diapresiasi perhatian Mentan Amran Sulaiman tehadap kemampuan sumber daya alam kita. Beliau serius mengelolanya untuk ekonomi bangsa," ujarnya.

Rosan menilai, meroketnya angka ekspor komoditas pertanian di era Amran juga tak lepas dari kepedulian dan keinginannya bersinergi dengan kalangan pengusaha.

"Amran Sulaiman ingin soal ekspor pertanian tidak dipersulit. Ingin cepat serta efisien. Makanya banyak aturan dan peraturan yang dirubah menjadi lebih efisien," katanya.

Seperti diketahui bersama, Kementan dibawah pimpinan Amran Sulaiman telah mempermudah aturan izin berinvestasi. Hasilnya, peningkatan nilai ekspor berdasarkan data yang dirilis BPS menunjukan keberhasilan pemerintah Jokowi dalam membangun sektor pertanian yang berkualitas.

Akhir Maret lalu misalnya, Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor 12 ton beras ke Papua Nugini. Ekspor beras tersebut merupakan hasil produksi pertanian dari Merauke, Papua. Sedangkan di Samarinda, Kalimantan Timur, ekspor olahan kayu juga dilepas oleh dengan negara tujuan India, Cina dan Myanmar.

Sementara dari Medan, Sumatera Utara. Kementan mampu meningkatkan ekspor minyak kelapa sawit ke Brazil, Yordania dan beberapa negara di Asia maupun Afrika. Begitu juga di Pangandaran, Jawa Barat, Kementan berhasil mengekspor komoditas kelapa kelapa ke Australia sebanyak 15 ton.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

ICAEW Indonesia Business Challenge 2018

Rabu, 24 April 2019 - 12:30 WIB

Tim Indonesia Siap Bersaing di ICAEW China dan South-East Asia Business Challenge 2019

Dua tim pemenang dari enam tim gabungan, Universitas Indonesia dan tim Airlangga Consulting Group, Universitas Airlangga siap berkompetisi dengan universitas lain di Asia Tenggara.

Pintaria

Rabu, 24 April 2019 - 12:02 WIB

Kuliah Online dengan Metode Blended Learning Menjadi Solusi Bagi Karyawan

Metode kuliah blended learning semakin digemari karena melibatkan komponen kuliah online yang fleksibel bagi mahasiswa berstatus karyawan.

Wisata Kapal Layar (Foto ist)

Rabu, 24 April 2019 - 12:00 WIB

Sabang Marine Festival Dimeriahkan Kehadiran 23 Kapal Layar

Sebanyak 23 kapal layar atau yacht dari berbagai negara di Asia, Eropa hingga Afrika akan hadir memeriahkan kegiatan Sabang Marine Festival (SMF) pada 26-30 April 2019 di Sabang, Provinsi Aceh.

Bendungan Raknamo

Rabu, 24 April 2019 - 11:44 WIB

Pembangunan Bendungan Napun Gete di NTT Capai 63 Persen

Setelah menyelesaikan pembangunan dua bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Raknamo dan Rotiklot, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan…

Pemilu 2019(Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 24 April 2019 - 10:00 WIB

119 Petugas KPPS Meninggal Tersebar di 25 Provinsi

Komisi Pemilihan Umum menyatakan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal saat menjalankan tugas bertambah menjadi 119 orang yang tersebar di 25 provinsi se-Indonesia.