Kemenperin Pacu Industri Mamin Kembangkan Kemitraan Dengan Petani

Oleh : Ridwan | Senin, 25 Maret 2019 - 16:15 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

INDUSTRY.co.id - Lampung, Kementerian Perindustrian aktif mendorong para pelaku industri makanan dan minuman (mamin) berbasis agro untuk bersama-sama mengembangkan rantai pasok melalui pola kemitraan dengan petani dan kelompok usaha tani, termasuk dalam penerapan teknologi revolusi industri 4.0.

Konsep yang disebut Corporate Shared Value (CSV) ini diharapkan bisa ikut menyejahterakan para petani serta memacu peningkatan daya saing global sektor industri mamin.

"Dibandingkan dengan negara lain, sektor makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya pertanian yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Peluncuran Kawasan Industri Hortikultura Didukung Aplikasi Industri 4.0 dan Pelepasan Ekspor di Tanggamus, Lampung, Senin (25/3).

Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, kini menjadi salah satu kawasan penghasil produk hortikultura terutama pisang mas, jambu, pepaya, dan nanas. 

PT Great Giant Pineapple (GGP), sebagai perusahaan swasta terbesar penghasil produk hortikultura di Indonesia, melakukan ekspansi bisnis di Kabupaten Tanggamus dengan konsep CSV. Konsep kolaborasi ini dijalankan bersama dengan petani dan kelompok usaha tani setempat melalui Koperasi Usaha Tani. 

"Kawasan industri hortikultura di Tanggamus ini merupakan sebuah kawasan terobosan yang menjadi proyek percontohan untuk pengembangan kawasan lainnya di Indonesia. Apalagi, adanya kolaborasi antara masyarakat petani dengan perusahaan PT GGP yang memang sudah unggul di sektor hortikultura," papar Menperin.

Menurut Airlangga, konsep CSV memberikan ruang bagi para petani untuk mengembangkan hasil pertanian dari kebun sendiri.

"Kebetulan tanamannya cocok untuk wilayah Indonesia, seperti nanas dan pisang. Melaui CSV atau jenis usaha berbagai ini, korporasi akan menyediakan bibit, melakukan pendampingn dan membantu ekspor, yang harapannya petani mendapatkan untung. Kami dapat laporan dari koperasi, masyarakat bisa mendapatkan Rp5-6 juta dalam satu bulan," imbuhnya.

Oleh karena itu, konsep tersebut, akan terus diupayakan Kemenperin untuk semakin ditingkatkan. "Sebab, upaya ini merupakan arahan Bapak Presiden Joko Widodo, sehingga akan terus dikembangkan karena kawasan ini dimiliki oleh masyarakat dan pengusaha membantu untuk memfasilitasi baik itu dari segi produksi, penanaman, panen sampai dengan ekspor. Apalagi, rencananya ada ekspor pisang satu kontainer setiap bulan," lanjutnya. 

Konsep CSV di Kawasan Berikat ini telah didukung oleh Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan sehingga pupuk dan pestisida yang berasal dari PT GGP dapat digunakan oleh petani binaan tanpa subsidi apapun dari pemerintah, namun dengan syarat tidak adanya inventory di petani. 

Langkah strategis tersebut untuk dapat membantu petani dalam memantau kegiatan on-farm, termasuk pemakaian pupuk dan pestisida, yang telah dikembangkan melalui aplikasi berbasis Internet of Things (IOT) yang dinamakan e-Grower.

Melalui aplikasi tersebut, kegiatan on-farm seluas 337 hektare dengan jumlah petani sebanyak 423 orang di 4 Kabupaten Provinsi Lampung yang menjadi mitra PT GGP, dapat dipantau secara real time hingga jumlah panen yang dapat diekspor.

"Oleh karenanya, pemerintah mengapresiasi bahwa kawasan ini dapat diperluas lagi, sehingga tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanggamus, terlebih lagi dengan diterapkannya teknologi industri 4.0, serta adanya ekspor satu kontainer atau senilai Rp180 juta juga diharapkan terus rutin dan ditingkatkan jumlah ekspornya," tuturnya.

Menperin menambahkan, pihaknya melalui Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Bandar Lampung, akan memfasilitasi alat untuk proses pengeringan sisa dari ekspor agar menjadi produk makanan dan minuman. 

"Misalnya, akan menyiapkan alat bantu pengeringan, sehingga pisang yang tidak diekspor bisa diproses menjadi pisang sale atau produk mamin lainnya," tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Kemenperin menyerahkan bantuan Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDES) secara simbolis kepada Koperasi Tani Hijau Makmur. AMMDES yang diserahkan memiliki spesifikasi pengangkut hasil kebun petani. Selain itu, juga diserahkan bantuan Mesin Pengolah Kopi secara simbolis kepada industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Tanggamus.

Menperin juga menyematkan secara simbolis tanda peserta beberapa pelatihan yang diselenggarakan Kemenperin, antara lain pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP), pelatihan perencanaan pengembangan ekspor produk industri, dan pelatihan prosedur ekspor.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ngabuburit Lois Jeans: “ Coretan untuk sebuah kebaikan”

Minggu, 26 Mei 2019 - 23:59 WIB

Ngabuburit Lois Jeans: “ Coretan untuk sebuah kebaikan”

epat di akhir bulan Mei 2019, Lois Jeans mengadakan acara “LOIS ngARTbuburit”. Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini acara Ngartbuburit diadakan di basecamp Rumah Harapan Indonesia…

Pesona Square Ramaikan Ramadhan dengan Program “ Blissful Ramadhan ”

Minggu, 26 Mei 2019 - 23:44 WIB

Pesona Square Ramaikan Ramadhan dengan Program “ Blissful Ramadhan ”

Depok 25 Mei 2019, Seluruh umat muslim di dunia menyambut suka-cita datangnya bulan penuh berkah, Ya tentu saja bulan Ramadhan begitu dinanti semua umat islam. Dengan menyambutnya bulan Ramadhan…

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, resmi membuka perhelatan tahunan FESTIVAL JAKARTA GREAT SALE

Minggu, 26 Mei 2019 - 23:20 WIB

FJGS 2019 Resmi Dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta

akarta, 25 Mei 2019 Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, resmi membuka perhelatan tahunan FESTIVAL JAKARTA GREAT SALE yang tahun ini mengangkat tema SHOPPING SPIRIT. Opening Ceremony diadakan…

Fajrin Rasyid, Co-Founder and President Bukalapak disambut hangat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia yang diwakili oleh Harry Rusmana Irawan, Economic Counsellor Embassy of The Republic of Indonesia.

Minggu, 26 Mei 2019 - 23:04 WIB

Bukalapak Luncurkan BukaGlobal di Malaysia

Masih dalam rangkaian peluncuran inisiatif terbaru Bukalapak, BukaGlobal, yang menghubungkan lebih dari 4 juta pelapak Indonesia dengan regional konsumen di Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan…

Direksi Mandiri Syariah bersama anak Yatim

Minggu, 26 Mei 2019 - 22:58 WIB

Mandiri Syariah Ajak 1000 Anak Yatim Belanja

Jakarta — PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyelenggarakan program Sahabat Belanja Yatim dengan mengajak 1000 anak yatim berbelanja pakaian lebaran untuk menyambut Idul Fitri 1440…