Industri Hasil Tembakau Berkontribusi Besar untuk Perekonomian Indonesia

Oleh : Ridwan | Jumat, 22 Maret 2019 - 15:10 WIB

Ilustrasi Rokok (Ist)
Ilustrasi Rokok (Ist)

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta, Industri Hasil Tembakau (IHT) menjadi salah satu sektor manufaktur nasional yang strategis dan memiliki keterkaitan luas mulai dari hulu hingga hilir. 

Selain itu, berkontribusi besar dan berdampak luas terhadap aspek sosial, ekonomi, maupun pembangunan bangsa Indonesia selama ini.

"IHT merupakan bagian sejarah bangsa dan budaya Indonesia, khususnya rokok kretek. Pasalnya, merupakan produk berbasis tembakau dan cengkeh yang menjadi warisan inovasi nenek moyang dan sudah mengakar secara turun temurun," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Dialog dengan Karyawan Mitra Produksi Sigaret (MPS) dan Paguyuban Sampoerna Retail Community (SRC) di Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (22/3).

Menperin menjelaskan, industri rokok di dalam negeri telah meningkatkan nilai tambah dari bahan baku lokal berupa hasil perkebunan seperti tembakau dan cengkeh. Di samping itu, dinilai sebagai sektor padat karya dan berorientasi ekspor sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi.

Kementerian Perindustrian mencatat, total tenaga kerja yang diserap oleh sektor industri rokok sebanyak 5,98 juta orang, terdiri dari 4,28 juta adalah pekerja di sektor manufaktur dan distribusi, serta sisanya 1,7 juta bekerja di sektor perkebunan. Pada tahun 2018, nilai ekspor rokok dan cerutu mencapai USD931,6 juta atau meningkat 2,98 persen dibanding 2017 sebesar USD904,7 juta.

"Industri rokok juga dapat dikatakan sebagai sektor kearifan lokal yang memiliki daya saing global," tuturnya. 

IHT juga penyumbang penerimaan negara yang cukup signfikan melalui cukai. Sepanjang 2018, penerimaan cukai rokok menembus hingga Rp153 triliun atau lebih tinggi dibanding perolehan di 2017 sebesar Rp147 triliun. Penerimaan cukai rokok pada tahun lalu, berkontribusi mencapai 95,8 persen terhadap cukai nasional.

Namun demikian, produk IHT merupakan barang kena cukai untuk mengendalikan konsumsinya. Sebagai konsekuensinya, peraturan terkait rokok semakin ketat baik di dalam maupun luar negeri karena pertimbangan perlindungan konsumen dan kesehatan menjadi tantangan tersendiri bagi industri rokok.

"Tentunya, melalui industri ini, kami tidak menganjurkan agar masyarakat banyak mengkonsumsi rokok, tetapi kami mengajak bahwa anak-anak muda dijauhkan dari rokok, terutama anak sekolah. Selain itu, kemi mendorong untuk menjaga kesehatan melalui R&D industrinya," ungkap Airlangga.

Beberapa peraturan terkait industri rokok, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Selain itu, ada Peraturan Presiden RI No. 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Terbuka dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Regulasi ini ditindak lanjuti dengan Peraturan Menteri Perindustrian No.64 tahun 2014 tentang Pengawasan dan Pengendalian Usaha Industri Rokok.

"Peraturan-peraturan tersebut merupakan kebijakan yang menjadi jalan tengah dalam menjamin kepastian berusaha IHT dengan tetap menjaga aspek penyerapan tenaga kerja dan menjamin aspek kesehatan masyarakat," tegasnya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 Agustus 2019 - 18:00 WIB

Konser Jakarta Melayu Festival Berlangsung Meriah

Jakarta Melayu Festival (JMF) ke-9 yang digelar di Ancol Sabtu malam (17/8/2019) dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain Gubernur, juga hadir dua tamu istimewa dari Kerajaan Malaysia.

Industri Petrokimia (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 Agustus 2019 - 17:25 WIB

Kadin Minta Pemerintah Serius Kembangkan Industri Kimia Berbasis Metanol

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah untuk terus mengembangkan industri kimia berbasisi metanol. Pasalnya, kebutuhan metanol untuk industri di Tanah Air terus meningkat…

Presiden Jokowi-JK Jadi Saksi Pernikahan Anak Ketua DPR

Senin, 19 Agustus 2019 - 17:00 WIB

Presiden Jokowi-JK Jadi Saksi Pernikahan Anak Ketua DPR

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersyukur akad nikah puteranya, Yudhistira Raditya Pujono Soesatyo dengan Nadira Isnindiati Kuringa Kusumabrata, yang berlangsung di Lobby Kudus, Hotel…

Data Center Telkom Sigma-(foto Dok TelkomSigma)

Senin, 19 Agustus 2019 - 16:02 WIB

Perlindungan Data Pribadi Mutlak Diperlukan

Jakarta-Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus terkait dengan kedaulatan data. Apalagi di zaman era digital saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR RI…

Forest Hill (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 Agustus 2019 - 16:00 WIB

Forest Hill, Kawasan Properti Berbasis Aset Teknologi

Forest Development, perusahaan properti Indonesia berbasis aset teknologi, mengenalkan kawasan properti bernilai investasi tinggi di Parung Panjang