INDUSTRY.co.id - Jakarta — PT Kereta Cepat Indonesia China terus menggenjot pekerjaan konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung seiring dengan kehadiran alat bor (tunnel boring machine/TBM) yang berasal dari China.
Alat bor ini mendarat di Lokasi Tunnel #1 Halim Km 3+600, Jakarta, yang diberangkatkan dari Zhanghuabang Wharf, Shanghai China dengan kapal “Phoenix Pine” ke Tanjung Priok.
“Kita patut berbangga, alat bor yang ada di hadapan kita ini adalah yang terbesar yang pernah ada di Indonesia. TBM ini nantinya mampu membuat terowongan untuk dua jalur kereta cepat sehingga saya yakin progress pembangunan yang ditargetkan 60% dapat tercapai,” kata Direktur Utama Chandra Dwiputra, Kamis (31/1/2019).
TBM berbobot 3.649 ton dengan diameter 13,19 m dan panjang mencapai 105 m akan beroperasi di daerah Halim dengan menggunakan Metode Shield Tunneling untuk pengerjaan konstruksi terowongan sepanjang 1.885 m yang merupakan bagian dari 22 titik penting pekerjaan konstruksi KCJB.
Pengerjaannya menggunakan metode Shield Tunneling dikarenakan titik kritis ini berlokasi di Km 3+600 melewati jalan tol Cikampek dan overpass jalan arteri Jatiwaringin yang notabene merupakan titik terpadat mobilisasi warga Jakarta ke daerah Bekasi dan Bandung.
“Penggunaan TBM ini sama sekali tidak akan menghambat lalu lintas tol Jakarta – Cikampek karena tingkat keamanan metode pengerjaan Shield Tunneling jauh lebih tinggi dibandingkan dengan metode Drill, blasting atau metode lainnya,” ungkap Chandra.
Perakitan alat TBM akan memakan waktu sekitar 45 hari dengan target di bulan Maret akan segera dilanjutkan dengan operasi.
“TBM akan bekerja secara signifikan dengan pengeboran selama 24 jam tanpa henti. Optimalisasi pengeboran pada titik ini rata-rata sebesar 8 – 10 meter per hari sehingga diharapkan dapat mempercepat pekerjaan di titik ini,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Chandra menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan proyek kereta cepat pada 2021.