Kementan Banjir Pujian Dari Komisi IV DPR

Oleh : Wiyanto | Selasa, 22 Januari 2019 - 07:32 WIB

Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berhasil mengembangkan produksi Cabai, Bawang, Kedelai dan beberapa pasokan pangan lain sehingga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Kami juga mengapresiasi perkembangan dan pertumbuhan korporasi pertanian selama ini. Yang jelas, kami tidak meragukan lagi kinerja pak menteri," ucap Edhy saat memimpin Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komiai IV DPR di Komplek Parlemen, Jakarta Selatan, Senin (21/1).

Selain itu, Edhy juga mendukung upaya Kementan untuk tidak menggunakan data lahan yang dikeluarkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) sebagai basis penghitungan anggaran 2019. Menurut dia, tidak ada yang lebih memahami situasi lahan sawah dari pada Kementerian Pertanian itu sendiri.

"Kementan yang lebih tahu, masa kita meragukan data pertanian Kementan. Yang kami takut nanti, kalau pakai data Kementerian ATR, pegawai Kementan sampai tingkat kabupaten tidak mau merealisasikan karena anggaran yang dipakai itu dianggap menyalahi," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Kasriah juga mengapresiasi capaian sektor pertanian dibawah komando Menteri Andi Amran Sulaiman. Menurut dia, Kementan sukses merealisasikan serapan APBN sebesar 24.038.534.197.000.00.

"Oleh karena itu kita meminta pada kementerian pertanian agar selalu bekerja dan meningkatkan capaianya pada tahun mendatang," katanya.

Pujian bagi Kementan juga datang dari Anggota Komisi IV Fraksi Partai Golkar, Endangdayani. Perempuan yang mewakili Dapil Jawa Tengah ini memuji Kementan karena berhasil mendorong ekspor sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

"Menyampaikan banyak terimakasih dari para petani yang telah banyak menerima bantuan dari pemerintah, khususnya kementerian pertanian dalam empat tahun terakhir," katanya.

Sekedar diketahui, Komisi IV DPR menyetujui anggaran subsidi pupuk pada APBN tahun 2019 mendatang sebesar Rp 29.503.224.800.000.00 atau setara dengan jumlah pupuk sebanyak 9.550.000 ton.

Meski demikian, DPR meminta Kementan agar memprioritaskan program program pengembangan komoditas strategi, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan lahan rawa, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan petani. Semua program itu diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2019.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam paparanya mengatakan bahwa keberhasilan Kementan dalam menekan inflasi hingga melompati 12 negara hingga mengubah pertanian tradisional menjadi lebih modern adalah kerja keras semu pihak, termasuk Komisi IV DPR RI.

"Tentu saja semua capaian-capaian kami berkat kerja keras bersama yang harus kita sukuri bersama. Bahwa dalam pelaksanaanya, kami terus berupaya membuka investasi serta meningkatkan PDB sampai kurang lebih 400 triliun. Kami juga berupaya meningkatka NTP serta NTUP agar petani kita terus sejahtera," katanya.

Menurut Amran, banyak Permentan yang sudah ia cabut. Semua aturan dibuat semudah mungkin agar mampu mendatangkan banyak investasi. Dalam perjalannya, Kementan juga membuka pintu bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menciduk siapa saja yang berani bermai anggaran.

"Memang sejak 3 tahun lalu KPK selalu dibukakan pintu masuk ke kantor (Kementan). Kami malah senang, dan minta kpk mengawasi Kementan. Jangan lupa, besok masih ada perusahaan yang akan kami blacklist. Mereka tidak boleh lagi terlibat di kementerian pertanian," katanya.

Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komiai IV DPR RI ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Fraksi Partai Getindra Edhy Prabowo dan dihadiri Fraksi Parta Golkar Roem Kano, Fraksi Partai Demokrat Michael Watitimena, Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi, Fraksi PKB Daniel Johan dan sejumlah anggota lain dari perwakilan Provinsi.

Rapat ini bertujuan menetapkan pagu anggaran Kementan 2019 yang telah disahkan pada 2018 sebesar Rp21,8 triliun. Penetapan anggaran didasari pada data luas lahan lama, sebelum ada pembaruan dari Kementerian ATR yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Luhut B Pandjaitan (foto Kumparan.com)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:19 WIB

Luhut 'Curhat' Tepis Isu Negatif Investasi China: Anak Muda Perlu Tahu, Suka Tidak Suka Tiongkok Kekuatan Dunia yang Tak Bisa Diabaikan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menjawab isu negatif yang selalu dikaitkan dengan investasi China di Indonesia. Menurut dia, saat ini China merupakan…

Ilustrasi Bahagia

Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:19 WIB

Mengatasi Kecemasan Menghadapi ‘New Normal’ dengan Teknik Mindfulness

Kelonggaran beraktivitas di luar rumah bagi sebagian orang yang sudah terbiasa bekerja dari rumah atau Work from Home memberikan berbagai reaksi. Ada yang menyambut gembira, tapi tidak sedikit…

Ilustrasi Dana Haji

Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:16 WIB

Soal Dana Haji Rp 8,5 Triliun Ini Penjelasan Wakil Menteri Agama

Jakarta-Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi juga membantah isu dana haji digunakan untuk memperkuat rupiah. Menurut Zainut, tuduhan yang ditujukan kepada pemerintah tersebut adalah…

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (Foto Poskota)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:01 WIB

Alhamdulillah! Laju Penyebaran COVID-19 Menurun Dalam 7 Hari Terakhir

Jakarta- Angka penyebaran COVID-19 di Indonesia dalam 7 hari terakhir telah menurun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya tes Corona di masyarakat.

Permintaan Kopi Dunia Turun, Harga Kopi Masih Stabil

Sabtu, 06 Juni 2020 - 12:00 WIB

Permintaan Kopi Dunia Turun, Harga Kopi Masih Stabil

Dengan konsumsi yang terkena imbas COVID-19, menurut laporan Coffee Outlook terbaru (https://research.rabobank.com/far/en/sectors/beverages/coffee-outlook-q2-2020.htm) dari spesialis agribisnis…