INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharap pasar modal Indonesia ke depan lebih berdaya saing di tingkat global dan juga lebih berperan lagi dalam menggerakan ekonomi sektor riil dan pembangunan nasional. Diharapkan bahwa pihaknya akan menyaksikan pencapaian rekor rekor baru kinerja pasar modal pada akhir tahun 2019 nanti.
"Kami juga akan terus mendorong pengembangan dan variabilitas produk pasar modal, baik yang bersifat konvensional, syariah maupun yang bersifat ramah lingkungan dan sosial," kata Ketua Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Rabu (2/1/2019).
Harapan tersebut karena tahun kemarin, di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan global yang memberikan tekanan pada emerging market hampir di sepanjang tahun 2018 lalu, Industri Pasar Modal Indonesia masih mencatatkan kinerja yang cukup baik. Sampai dengan akhir tahun 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang ditutup mengalami koreksi 2,54% ke level 6.194,50.
"Namun koreksi yang kita alami masih merupakan salah satu yang terendah di bursa efek utama kawasan Asia Pasifik dan yang tebaik di kawasan ASEAN. Nilai Aset Bersih Reksa Dana juga meningkat 10,47%, mencapai Rp505,39 triliun," katanya.