Rampung Dalam Enam Bulan, Rail Test B20 Berikan Hasil Positif

Oleh : Hariyanto | Jumat, 21 Desember 2018 - 14:37 WIB

Uji Jalan dan Sosialisasi Hasil Kajian dan Uji Jalan Penggunaan B20 pada Kereta Api
Uji Jalan dan Sosialisasi Hasil Kajian dan Uji Jalan Penggunaan B20 pada Kereta Api

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, hasil uji jalan penggunaan B20 (pencampuran biodiesel 20% pada bahan bakar) kereta api (rail test) selama 6 bulan yang dilakukan Kementerian ESDM bersama pihak terkait telah selesai dan memberikan hasil positif. Bahan bakar B20 terbukti dapat digunakan dengan aman pada lokomotif PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

"Selama enam bulan kita lakukan uji jalan penggunaan bahan bakar B20. Hasilnya oke banget dilihat dari 3 hal, bahan bakarnya sendiri, performancenya, kemudian materialnya yang selama ini selalu menjadi isu," ungkap Rida saat memberikan sambutan pada Penutupan Uji Jalan dan Sosialisasi Hasil Kajian dan Uji Jalan Penggunaan B20 pada Kereta Api di Jakarta (20/12/2018).

Rida mengungkapkan, untuk kualitas bahan bakar, hasil uji menunjukkan bahwa semua parameter bahan bakar memenuhi standar dan mutu (spesifikasi) menurut Surat Keputusan Direktur Jenderal EBTKE No 100 K/10/DJE/2016 untuk parameter uji B100 dan Surat Keputusan Direktur Jenderal Migas Nomor 28.K/10/DJM.T/2016 untuk parameter uji B0 dan B20.

Sementara itu, pengujian kinerja mesin diujikan pada Lokomotif jenis GE (General Electric) dan PRL/EMD (Progreess Rail Locomotif/EMD) dengan menggunakan bahan bakar B20 dan B0. Parameter yang diukur meliputi daya maksimum, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. Daya maksimum yang dihasilkan dari uji kinerja mesin Lokomotif PRL/EMD dan GE dengan menggunakan bahan bakar B20 telah sesuai dengan spesifikasi/standar yang ditentukan oleh pabrikan lokomotif jika menggunakan bahan bakar B0.

Dari uji kinerja lokomotif PRL/EMD yang menggunakan bahan bakar B20 diperoleh konsumsi bahan bakar sedikit lebih tinggi 2,5% dibanding dengan B0. Sedangkan konsumsi bahan bakar lokomotif GE yang menggunakan bahan bakar B20 lebih tinggi 1,1% dibanding dengan B0.

Sedangkan hasil uji emisi gas buang pada lokomotif PRL/EMD berbahan bakar B20, untuk parameter NOx lebih rendah 10% dibanding B0, dengan kadar CO untuk Lokomotif berbahan bakar B20 lebih rendah 10% dibanding B0, dan nilai opasitas pada lokomotif berbahan bakar B20 hampir sama dengan B0. Sedangkan hasil uji emisi gas buang pada lokomotif GE berbahan bakar B20, untuk parameter NOx lebih tinggi 20% dibanding B0, dengan kadar CO untuk lokomotif berbahan bakar B20 lebih rendah 10% dibanding B0, dan nilai opasitas pada lokomotif berbahan bakar B20 hampir sama dengan B0.

Untuk pengujian material, hasil pengujian setelah 6 (enam) bulan operasi menunjukkan bahwa nosel stainless steel dan carbon steel pada lokomotif PRL/EMD dan GE yang menggunakan bahan bakar B20 dan B0 masih dalam kondisi bagus, tidak terjadi kavitasi, erosi dan retak/pecah. Deposit pada permukaan luar injektor setelah 6 (enam) bulan operasi tidak hanya ditemukan pada injektor bahan bakar B20, tetapi juga injektor bahan bakar B0.

"Ini simpul penting yang membuktikan bahwa B20 tidak apa-apa untuk dikonsumsi oleh PT KAI. Terima kasih atas kerja sama yang indah ini. Ini bisa dilakukan dengan sangat baik meski memerlukan waktu 6 bulan", ujar Rida.

Menurut Rida, sudah sepantasnya hasil pengujian B20 pada mesin kereta api tersebut positif mengingat pengujian dengan mesin yang lebih "complicated" seperti transportasi darat yang dilakukan sebelumnya tidak terdapat masalah.

Lebih lanjut, Rida mengingatkan bahwa pelaksanaan program B20 merupakan amanat Presiden sehingga seluruh komponen mulai dari Kementerian atau Lembaga hingga sektor swasta harus mendukung pelaksanaan program ini. "Tidak ada lagi ruang untuk menunda-nunda, harus dijalankan. Jadi ini sifatnya mengadaptasi yang dicanangkan Bapak Presiden, agar semua pihak mendukung (program) ini," tegasnya.

"Keberhasilan ini akan berguna apabila rekomendasi yang diberikan ditindaklanjuti. Kuncinya hanya dua, komitmen untuk dijalankan karena ini perintah langsung dari Presiden dan konsisten dengan apa-apa yang direkomendasikan oleh tim teknis," pungkas Rida.

Pelaksanaan program biodiesel sendiri dimulai dari B0 dan pada awalnya dijalankan oleh Kementerian ESDM dan hanya terkait dengan sektor energi. Mengingat begitu strategisnya program dan dibutuhkannya sinergitas antar sektor, saat ini program B20 menjadi urusan sedikitnya 8 Kementerian dan merambah ke sektor lain seperti perkebunan dan keuangan.

Pemerintah berharap semua pihak berkomitmen untuk memperbaiki dan menyesuaikan dengan hasil rail test serta memperhatikan kewajiban penggunaan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain secara bertahap sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga program penggunaan B20 dapat berjalan di PT. KAI dengan mempertimbangkan aspek teknis dan ekonomis.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Kimia Farma Tbk (KAEF)

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:35 WIB

PEFINDO Berikan Peringkat 'idAA-' kepada MTN Kimia Farma

PEFINDO memberikan peringkat “idAA-” kepada MTN Kimia Farma Tbk (Kimia Farma) sebesar Rp600 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2021.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Photo by Lifestyle - Bisnis.com)

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:15 WIB

Warga Tolong Catat! Ini Daftar Kelompok Masyarakat yang Tak Bisa Disuntik Vaksin COVID-19 Sinovac

Pemerintah telah resmi memulai program vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat, Rabu (13/01/2021) lalu, ditandai dengan pemberian vaksin kepada Presiden RI Joko Widodo…

Ilustrasi gas elpiji

Minggu, 17 Januari 2021 - 14:04 WIB

Tolong Catat! Menteri ESDM Tetapkan Harga Patokan Elpiji 3 Kg

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 253.K/12/MEM/2020 tentang Harga Patokan Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram. Harga…

The Mandalika Sport Tourism

Minggu, 17 Januari 2021 - 13:00 WIB

The Mandalika NTB Siap Jadi Destinasi Sport Tourism Unggulan

. Selain mengadakan perbincangan dan diskusi mengenai progres pembangunan The Mandalika, Menparekraf juga mengunjungi Masjid Nurul Bilad, bakal lokasi pembangunan Creative Hub, Kuta Beach Park,…

Dr Iskandar CEO RS Permata Cikarang

Minggu, 17 Januari 2021 - 12:18 WIB

RS Penuh, OTG Berkeliaran! Dr Iskandar Beberkan Solusi Dua Masalah Utama dalam Perang Melawan Covid-19

Ditengah keterbatasan kapasitas Rumah Sakit dan Fasilitas Medis, tenaga medis di Indonesia terus berupaya menekan angka kematian pasien yang terjangkit virus Covid-19.  Dr Iskandar Suhardi…