INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sepanjang tahun 2018,  PT Pegadaian (Persero) telah meluncurkan produk layanan yang menyasar kaum milenial, yaitu Pegadaian Digital Service (PDS). PDS merupakan layanan digital dari Pegadaian dalam bentuk aplikasi yang berbasis web dan mobile. 

Selain itu, perseroan juga menerapkan sistem Good Corporate Gorvenance (GCG), dengan mengaplikasikan kesisteman, akuntabilitas, responsibility, independency, dan fairness. 

Menurut Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk, Harianto Widodo, kinerja keuangan mencatatkan positif selama kuartal lll 2018, meski Pegadaian sedang melakukan transformasi. Per Agustus 2018, Pegadaian memiliki omset mencapai Rp 87,031 triliun. 

Pegadaian menargetkan mampu meraih omset hingga Rp 130 triliun di akhir tahun ini Sedangkan untuk laba bersih juga ditargetkan sebesar Rp 2,7 triliun, naik dari perolehan 2017 sebesar Rp 2,5 triliun. Perseroan juga menargetkan aset meningkat menjadi Rp 58 triliun serta jumlah penyaluran pinjaman naik sekitar Rp 10 triliun menjadi Rp 48,3 triliun.

"Dalam lima tahun kedepan, visi utama kami, Pegadaian harus menjadi The Most Valuable Finance Company di Indonesia. Itu akan diukur dengan ukuran-ukuran kinerja keuangan," tambah Harianto melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Sabtu (15/12/2018).

Harianto menmbahkan, perkembangan teknologi digital tidak bisa dihindari. Hal tersebut secara langsung mempengaruhi iklim usaha, termasuk perkembangan bisnis keuangan yang terjadi di Pegadaian. 

"Oleh karena itu, Pegadaian harus segera menyesuaikan dengan berkomitmen terus bertumbuh mengikuti perkembangan zaman, namun tetap tidak akan meninggalkan bisnis inti yaitu, gadai," katanya.

Dia menambahkan saat ini sekitar 68 persen nasabah Pegadaian adalah kaum milenial, sehingga perseroan juga harus bisa menyesuaikan diri sesegera mungkin.