INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyakini kegiatan investasi akan kembali meningkat pada 2019, terutama seusai penyelenggaraan pemilihan umum.

Advertisement

"Dari sisi siklus, investasi secara umum atau FDI akan recover di 2019," kata Thomas saat ditemui seusai mengikuti pemaparan Laporan Triwulanan Bank Dunia di Jakarta, Kamis (4/12/2018)

Thomas menjelaskan pergerakan investasi selalu melambat menjelang pemilihan umum karena pelaku usaha sedang menanti perkembangan politik yang terjadi.

Advertisement

Namun, setelah itu, kondisi akan kembali normal, sehingga investor diperkirakan akan kembali menanamkan modal di sektor-sektor yang prospektif.

"Kalau lihat sejarah 20 tahun terakhir, investasi selalu melambat memasuki tahun pemilu, dan recover cukup tajam setelah pemilu usai," ujarnya.

Advertisement

Meski demikian, ia mengingatkan tantangan ekonomi di 2019 tidak kalah berat dengan 2018, dan kondisi global berpotensi menganggu kinerja investasi.

"Tapi harus tetap semangat melakukan reformasi dan kerja keras untuk berbenah meningkatkan daya saing dengan Vietnam, Thailand dan Malaysia," kata Thomas.

Advertisement

Sebelumnya, Thomas mengungkapkan terjadinya penurunan arus penanaman modal asing (FDI) untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.

FDI yang biasanya dapat mencapai 20 miliar dolar AS, untuk 2018 diperkirakan hanya bisa tercatat sebesar 11-13 miliar dolar AS.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya untuk mendorong perbaikan iklim investasi dengan memperkenalkan sistem layanan integrasi secara elektronik (OSS).

Layanan perizinan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi dalam industri pengolahan terutama yang berbasis ekspor dan subtitusi impor. Selain itu, pemerintah juga melakukan revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) dan melakukan relaksasi dengan menambah jumlah usaha yang bisa mendapatkan insentif perpajakan.