INDUSTRY.co.id - Jakarta – Manajemen PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) akan mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 triliun untuk membiayai belanja barang modal (capital expenditure/capex) 2019.

Advertisement

Seluruh capex tersebut akan digunakan untuk membiayai penyelesaian renovasi Hyatt Regency Bali (sebelumnya bernama Bali Hyatt), pembangunan hotel butik Andaz Bali serta membiayai pengembangan berbagai proyek di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

“Sekitar 30% dari total capex itu atau sekitar Rp360 miliar akan dibiayai oleh ekuitas perseroan dan sisanya sekitar Rp840 miliar berasal dari pinjaman bank,” ujar Chandra P. Asali, Direktur JSPT, kepada wartawan usai acara paparan publik di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Advertisement

Chandra mengemukakan, selain pengembangan berbagai proyek di ketiga tempat di atas, perseroan juga akan mengembangkan Puri Botanical di atas lahan seluas 26 hektar yang berlokasi di Jakarta Barat. Di tempat ini, perseroan akan membangun rumah sakit bertaraf internasional, lifestyle arcade dan sport club.

“Kami juga akan mengembangkan proyek township di atas lahan seluas 660 hektar dan berlokasi di Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara. Saat ini, perseroan telah menyelesaikan master planning dan akan dilanjutkan dengan pembangunan berbagai infrastruktur,” papar Chandra.

Advertisement

Chandra menuturkan, proyek yang diprioritaskan untuk pertama kali dikembangkan di Deli Serdang tersebut adalah pasar apung De River. Baru pengembangan berikutnya adalah commercial area dan residential area.

Chandra juga mengungkapkan, divisi hotel perseroan juga telah membeli lahan seluas 17,5 hektar di selatan Belitung serta mengakuisisi lahan seluas lima hektar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Advertisement

“Langkah tersebut kami lakukan untuk mengantisipasi lonjakan pertumbuhan pariwisata di Indonesia yang diperkirakan akan booming pada tahun-tahun berikutnya,” pungkas Chandra. (Abraham Sihombing)