INDUSTRY.co.id -

Advertisement

Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligas AS yang cukup stabil pasca dirilisnya risalah pertemuan The Fed tampaknya dapat menjadi sentimen positif pada pasar obligasi dalam negeri di tengah beberapa sentimen negatif lainnya, terutama dengan berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah. Diharapkan senitmen positif masih dapat terjaga dan aksi jual yang terjadi tidak terlalu dalam.

"Meski demikian, tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Advertisement

Pergerakan pasar obligasi dalam negeri mampu melanjutkan kenaikannya meski dibarengi dengan sentimen berbalik turunnya Rupiah seiring kembali meningkatnya USD dan kekhawatiran masih berlanjutnya perang dagang hingga antisipasi jelang adanya rilis risalah pertemuan The Fed di pekan ini. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 4,37 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 9,32 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 4,63 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 92,04% memiliki imbal hasil 7,77% atau turun 0,01 bps dari sebelumnya di harga 92,00% memiliki imbal hasil 7,78%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 93,21% memiliki imbal hasil 8,20% atau turun 0,09 bps dari sehari sebelumnya di harga 92,355% memiliki imbal hasil 8,298%.

Advertisement

Pada Selasa (27/11), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,38 bps di level 109,19 dari sebelumnya di level 108,78. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,22 bps di level 105,08 dari sebelumnya di level 104,85. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,876% dari sebelumnya di level 7,88% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,06% dari sebelumnya di level 3,072% sehingga spread di level kisaran 481,9 bps lebih tinggi dari sebelumnya 480,6 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya variatif. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,49%-9,55%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,02%-10,03%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,45%-11,55%, dan pada rating BBB di kisaran 14,08%-14,22%.

Advertisement