INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pameran Sial Interfood 2018 resmi dibuka hari ini. Pameran kuliner internasional ini diharapkan memperkenalkan dan semakin mempopulerkan kuliner khas Indonesia. Pameran yang berlangsung empat hari mulai 21 hingga 24 November ini diikuti 1.000 peserta dari 49 negera, tentunya ini menjadi ajang meningkatkan ekspor produk industri makanan.
"Saya lihat acara pameran ini merupakan konten gabungan bagaimana bisa menarik wisatawan. Mengingat spending wisatawan asing untuk kuliner ketika berlibur mencapai 30 persen," kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Rizki Handayani
Dia juga menjelaskan bahwa industri kuliner Indonesia kini berkembang luar biasa. Hal ini terlihat dari mulai banyaknya masyarakat yang menggunakan platform digital untuk mempromosikan produk yang mereka jual. Belum lagi pedagang kaki lima di lokasi-lokasi destinasi wisata yang dibanjiri oleh wisatawan terutama malam hari.
"Ini berkembang luar biasa. Kuliner bisa siapa saja. Ini bicara kreativitas pelayanan SDM enggak bisa digantikan teknologi. Industri makanan kita berkembang," ujar dia.
Kini yang perlu diperhatikan, kata dia, adalah kualitas dan kebersihan untuk memberikan standarisasi penyajian bahan. Pemerintah daerah pun harus turut andil dalam mengedukasi pedagang kaki lima mengenai standar kebersihan dan higienitas.
"Yang perlu Pemda lakukan adalah tempat kuliner malam ada syarat kebersihan dan hygine yang perlu diperhatikan," ucapnya.
Sementara itu, CEO PT Kristamedia Pratama selaku pihak penyelenggara acara Daud D Salim menyampaikan Sial Interfood tak sekedar pameran melainkan diselenggarakan kompetisi memasak antar chef dari berbagai bidang masakan, demo teh dan kompetisi menyeduh teh, seminar dan workshop mengenai kopi dan wine, juga pertemuan bisnis antar pelaku industri kuliner internasional.
Ia menambahkan disini ada banyak pameran makanan minuman, restoran, kafe, catering, dan lainnya. Ada banyak produk yang ditampilkan mulai dari kopi teh, cokelat, rempah-rempah, dan lainnya. Yang lebih menarik acara ini didukung asosiasi. Ada kompetisi kuliner yang pesertanya adalah chef dari hotel berbintang. Tahun lalu yang ikut ada 312 chef hotel berbintang.
“Tahun ini akan ada 610 chef. Dan, 10 persennya berasal dari chef internasional. Juri internasional ada 20 orang lebih. Selain itu untuk pertama kali akan ada proses pembuatan teh Nusantara. Ada banyak ragam teh Tanah air," pungkasnya