INDUSTRY.co.id -

Advertisement

Meski dari dalam negeri terdapat sentimen positif dimana pergerakan Rupiah mulai menguat namun, juga terimbangi dengan pergerakan imbal hasil obligas AS yang masih cenderung bergerak menguat seiring dengan rilis data-data ekonominya.

"Setelah dirilisnya data U.S consumer confidence yang meningkat, kali ini data private payrolls juga mengalami peningkatan sehingga memberikan sentimen positif untuk kenaikan imbal hasil obligasi AS. Tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Advertisement

Pergerakan pasar obligasi cenderung variatif. Adanya sentimen terapresiasinya Rupiah juga diimbangi dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS seiring dengan sentimen internal makroekonominya. Namun demikian, masih ada sejumlah seri obligasi yang mampu bergerak positif. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 2,41 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 4,43 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 0,80 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak variatif. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 89,91% memiliki imbal hasil 8,34% atau naik 0,02 bps dari sebelumnya di harga 89,98% memiliki imbal hasil 8,32%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 86,75% memiliki imbal hasil 8,95% atau turun 0,06 bps dari sehari sebelumnya di harga 86,25% memiliki imbal hasil 9,01%.

Advertisement

Pada Rabu (31/10), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,14 bps di level 105,33 dari sebelumnya di level 105,18. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,08 bps di level 103,30 dari sebelumnya di level 103,22. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,585% dari sebelumnya di level 8,58% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,17% dari sebelumnya di level 3,15% sehingga spread di level kisaran 541,4 bps lebih rendah dari sebelumnya 548,0 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung kembali variatif naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 10,38%-10,40%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,98%-11,00%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 12,01%-12,03%, dan pada rating BBB di kisaran 14,97%-14,98%.

Advertisement