INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian terus mendorong pembangunan data center di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk menopang program Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada bulan April lalu.
"Pembangunan data center itu butuh investasi, nah itu yang terus kita dorong," ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (24/10/2018).
Ditambahkan Menperin, dalam menerapkan revolusi industri keempat, data center merupakan ruh yang sangat krusial.
"Kedepan, dalam revolusi industri keempat tanpa data ini tidak akan jalan," terangnya.
Menurutnya, untuk membangun data center, Indonesia mempunyai keunggulan tersendiri jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya yaitu biaya yang rendah.
"Selain itu, kita juga punya lahan yang luas sehingga nantinya data center itu tidak meluluh ke atas pembangunannya," jelas Menperin.
Namun, ia mengakui masih ada hambatan yang masih dibahas dalam pemerintah terkait resistensi dari data itu sendiri. "Ini menjadi bagian yang terus kita dorong," ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih.
"Indonesia sebenarnya harus punya data center, jangan sampai data center itu ada di luar," ungkap Gati.
Namun, tambah Gati, dalam implementasinya harus tetap diolah bagaimana data yang bisa diakses masyarakat dengan data yang bisa disimpan sebagai data center.
Lebih lanjut, Gati menuturkan, pihaknya bersama Asosiasi akan segera menyusun kebijakan mengenai data center. Menurutnya, data itu ada klasifikasinya mulai dari data utuh, data rahasia, serta data dengan klasifikasi tinggi.
"Data yang rahasia saja sudah harus ada kebijakan dari pemerintah seperti financial data. Ini harus ada kebijakan dari pemerintah bagaimana mengelolanya," sebut Gati.
Dikatakan Gati, pada dasarnya negara kita luasannya sudah lebih dari negara Asia Tengara lainnya, dan ini merupakan momentum yang baik untuk Indonesia.
"Kalau bangun data center itu kan butuh biaya, nah biaya energi di Indonesia itu lebih murah dari negara asia lainnya. Jadi investor kalau mau investasi liatnya biaya dengan bagitu kita harus sediakan fasilitasnya agar mereka mau tanam modal di Indonesia," imbuh Gati.
Gati menegaskan, pihaknya akan segera duduk bareng dengan Asosiasi terkait untuk menyusun konsep arak kebijakan terkait data center.
"Ini harus cepat dan duduk bersama, paling tidak tahun ini kita sudah punya konsep. Mungkin minggu depan kita harus duduk sama-sama menyusun konsep tersebut," tutur Gati.