INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang cenderung berbalik turun dimana diikuti dengan kenaikan harga obligasinya diharapkan dapat menahan potensi pelemahan pada pasar obligasi dalam negeri. Kenaikan pasar obligasi AS terimbas pada pelemahan pasar saham dimana pelaku pasar mencari alternatif investasi lainnya di pasar surat utang.
"Diharapkan aksi jual dapat lebih berkurang untuk menahan pelemahan yang ada, dengan memanfaatkan imbas positif dari turunnya imbal hasil obligasi AS. Tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (24/10/2018).
Ia bilang terjadinya peningkatan penawaran yang masuk pada lelang SUN yang diikuti dengan peningkatan permintaan imbal hasilnya memberikan sentimen negatif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri. Adanya rilis RDG-BI yang tetap mempertahankan level 7D-RR nya di level 5,75 persen tidak cukup membantu penguatan pasar obligasi. Ditambah dengan pergerakan Rupiah yang kembali melemah tipis sehingga pergerakan variatif pun masih kembali terjadi.
Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 5,43 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 1,51 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 0,04 bps.
Laju pasar obligasi cenderung bergerak variatif. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 89,60% memiliki imbal hasil 8,42% atau turun 0,01 bps dari sebelumnya di harga 89,55% memiliki imbal hasil 8,43%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 86,15% memiliki imbal hasil 9,02% atau naik 0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 86,31% memiliki imbal hasil 8,99%.
Pada Selasa (23/10), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,01 bps di level 104,98 dari sebelumnya di level 104,96. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,05 bps di level 103,09 dari sebelumnya di level 103,04. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,684% dari sebelumnya di level 8,623% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,131% dari sebelumnya di level 3,193% sehingga spread di level kisaran 555,3 bps lebih tinggi dari sebelumnya 543 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 10,32%-10,36%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,59%-11,02%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 12,05%-12,10%, dan pada rating BBB di kisaran 14,98%-15,00%.