INDUSTRY.co.id - Jakarta, Peta perjalanan wisata domestik Indonesia mulai menunjukkan perubahan. Data pemesanan akomodasi PRISM selama periode libur sekolah 2026 mencatat Solo dan Malang sebagai dua kota dengan pertumbuhan pemesanan tertinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Di tengah dominasi destinasi wisata utama, capaian tersebut menandai semakin besarnya minat masyarakat untuk mengeksplorasi kota-kota yang menawarkan pengalaman lokal, kekayaan budaya, serta suasana berbeda untuk berlibur bersama keluarga.

Pawas Sharma, Business Head – SEAME & LATAM, PRISM, mengatakan tren tersebut mencerminkan perubahan yang mulai terlihat di berbagai pasar Asia Tenggara.

"Perjalanan domestik kini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan industri hospitality di Asia Tenggara. Indonesia menunjukkan dinamika yang sangat menarik, di mana permintaan mulai menyebar ke kota-kota dengan potensi wisata yang terus berkembang. Pergeseran ini membuka peluang baru bagi pelaku industri untuk memperluas pilihan akomodasi dan menghadirkan pengalaman menginap yang lebih dekat dengan kebutuhan wisatawan," ujarnya.

Perubahan preferensi wisatawan itu berlangsung seiring berbagai upaya pemerintah untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara selama musim libur sekolah. 

Di antaranya melalui insentif transportasi senilai Rp190,5 miliar, penyediaan 95 paket wisata yang melibatkan 40 mitra industri pariwisata, hingga kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja". 

Berbagai langkah tersebut diharapkan mampu mendukung target Kementerian Pariwisata untuk mencapai 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2026.

Jakarta Masih Mendominasi

Meski mulai muncul destinasi-destinasi baru yang tumbuh pesat, Jakarta tetap menjadi pusat permintaan akomodasi selama periode libur sekolah. 

Data PRISM menunjukkan DKI Jakarta mencatat jumlah pemesanan tertinggi, diikuti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dominasi provinsi-provinsi dengan populasi besar dan aktivitas perkotaan yang tinggi memperlihatkan bahwa kawasan metropolitan masih menjadi motor utama perjalanan domestik. 

Temuan tersebut juga sejalan dengan data Kementerian Pariwisata yang menunjukkan mayoritas perjalanan wisatawan nusantara masih berlangsung di dalam wilayah provinsi yang sama.

Abhijeet Singh, Country Head PRISM Indonesia, mengatakan momentum libur sekolah menjadi periode penting untuk melihat perubahan perilaku wisatawan.

"Periode libur sekolah menjadi salah satu momentum musim perjalanan penting di Indonesia, yang sehingga kami dapat melihat secara langsung bagaimana preferensi wisatawan terus berubah. Meskipun Jakarta tetap menjadi kota dengan pemesanan tertinggi, pertumbuhan yang kuat di kota-kota seperti Solo dan Malang menunjukkan bahwa wisatawan semakin tertarik mengeksplorasi lebih banyak pilihan destinasi untuk berlibur. Seiring berkembangnya pola perjalanan masyarakat, kami akan terus memperkuat kehadiran PRISM di kota-kota yang menunjukkan pertumbuhan permintaan serta menghadirkan lebih banyak pilihan akomodasi berkualitas bagi wisatawan," kata Abhijeet Singh.

Perjalanan Bisnis Tetap Bergerak

Di tengah tingginya mobilitas wisata selama musim liburan, aktivitas perjalanan bisnis juga tetap menunjukkan pertumbuhan. Lampung menjadi kota dengan jumlah pemesanan sekaligus pertumbuhan tertinggi pada segmen perjalanan bisnis.

Sementara pada kategori perjalanan wisata (leisure), Solo mencatat jumlah pemesanan dan pertumbuhan tertinggi. 

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan wisata domestik kini mulai tersebar ke berbagai kota yang memiliki potensi besar sebagai tujuan perjalanan, tidak lagi hanya terpusat di destinasi utama.

Solo dan Malang Kian Menarik

Dari sisi pertumbuhan tahunan, Solo dan Malang muncul sebagai dua kota dengan peningkatan pemesanan akomodasi paling tinggi. 

Perkembangan ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengembangan music tourism dan sport tourism sebagai daya tarik baru destinasi domestik.

Penyelenggaraan konser musik, festival, hingga berbagai ajang olahraga di kedua kota dalam beberapa waktu terakhir turut memperkuat daya tarik Solo dan Malang di mata wisatawan.

Properti Strategis Masih Jadi Favorit

Selain memotret perubahan tren destinasi, data PRISM juga menunjukkan wisatawan masih memprioritaskan akomodasi yang memiliki lokasi strategis dan akses mudah menuju pusat aktivitas.

Properti dengan jumlah pemesanan tertinggi selama periode libur sekolah antara lain Super OYO Townhouse OAK Hotel Fiducia Pondok Gede, Super OYO Townhouse 2 Hotel Gunung Sahari, Sunday Hotel Arshika Sunset Road Bali, Collection O Hotel Fiducia Otista, dan Super OYO Townhouse 1 Hotel Salemba. Empat dari lima properti tersebut berada di Jakarta.

Temuan ini mempertegas bahwa meski wisatawan mulai melirik destinasi-destinasi baru, Jakarta tetap menjadi pusat mobilitas nasional sekaligus salah satu penggerak utama permintaan akomodasi selama musim libur sekolah.

Secara keseluruhan, data PRISM menunjukkan lanskap perjalanan domestik Indonesia terus berkembang dengan semakin beragamnya pilihan destinasi yang diminati masyarakat. 

Sejalan dengan perubahan tersebut, PRISM menyatakan akan terus memperluas jaringan akomodasinya, baik di kota-kota utama maupun destinasi yang tengah bertumbuh, untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang terus berkembang.