INDUSTRY.co.id, Jakarta - Direktur eksekutif ahli strategi dan komunikasi politik dari Lembaga Konsultan Politik Indonesia (LKPI) Dendi Susianto menilai kemenangan paslon Anies-Sandi dan maju diputaran kedua disebabkan politik peci.
”Kita melihat bahwa pasangan AniesSandi telah berhasil merebut simpati suara pemilih Muslim dengan citra yang lebih islami, karena berhasii mencitrakan diri lebih religius dengan menggunakan peci. Sementara pasangan Agus-Sylvi yang di awal dicitrakan dekat dengan kelompok Islam kemudian mulai meninggalkan citranya yang religious,” kata Dendi, dihotel Sofyan, Rabu (15/2/2017).
Dendi menambahkan bahwa kemenangan Ahok-Djarot disebabkan oleh keberhasilannya untuk kembali setelah tertimpa tsunami politik akibat kasus Al Maidah.” Pemilih lndonesia memiliki karakter yang mudah lupa sehingga dengan berlalunya waktu mereka akan melupakan kasus penistaan agama ini,” demikian kata Dendi.
Sementara direktur riset LKPI, Tatak Ujiyati mengatakan bahwa selain soal strategi politik dan perilaku pemilih, hal yang membuat pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi melaju adalah factor dukungan kuat dari partai pendukungnya.
Lebih dari separuh pemilih PDIP mendukung pasangan Basuki-Djarot (54.9%). Sementara itu pasangan Anies-Sandi didukung oleh mayoritas pemilih dari PAN (33.3%), Golkar (29.2%), PKB (40%), selain dukungan penuh dari partai pendukungnya yaitu Gerindra (69.2%) dan PKS (51.7%). Di sisi lain terlihat bahwa pemilih demokrat tidak loyal mendukung pasangan Agus-Sylvi.
“Quick count diselenggarakan oleh LKPI dengan sampel 500 TPS dari total 13.067 TPS diseluruh Jakarta. Dengan asumsi setia TPS memiliki 300 suara maka total dari populasi sampel adalah 150 ribu suara. Dengan margin error dari Quick count ini kurang dari -1 persen pda tingkat kepercayaan 95 persen,” ujarnya