INDUSTRY.co.id - Jakarta -  Diperkirakan IHSG mempunya peluang menguat terbatas di akhir pekan dengan mencoba kembali menguji MA5 dikisaran level 5762 dengan support resistance 5670-5762. Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya AKRA,BSDE, JPFA, KLBF, MNCN, ADRO, MEDC.

Advertisement

"Pergerakan IHSG secara teknikal bergerak gap down melemah menyentuh level support dan ditutup berhasil mengcounter pelemahannya hingga menguji level resistance MA5. Indikator stochastic masih memberikan indikasi penguatan yang cukup lambat dengan momentum dari Indikator RSI melambat hingga terkoreksi setelah tidak mampu break out MA14 dari momentumnya diarea middle oscillator," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (12/10/2018). 

IHSG (-2.03%) ditutup melemah 117.85 poin kelevel 5702.82 dengan saham-saham sektor aneka industry (-2.92%) dan Keuangan (-2.68%) memimpin pelemahan setelah menjadi pemimpin penguatan pada perdagangan sebelumnya. Terhempasnya IHSG hingga 2% diakibatkan sentimen global yang beramai-ramai menjual ekuitasnya meskipun demikian IHSG cenderung tertahan jika dibandingkan dengan Mayoritas indeks saham di Asia hal tersebut disebabkan masih optimisnya investor dalam negeri di Indonesia melihat upaya pemerintah meningkatkan inflasi dengan rencana menaikan harga BBM sehingga dapat menjadi stimulus penguatan permintaan rupiah kedepan. Investor asing tercatat net sell cukup besar di level 1.19 Triliun rupiah seiring depresiasi Rupiah sebesar 0.23% dilevel 15235 per USD.

Advertisement

 Bursa Eropa mengawali sesi perdagangan dengan pelemahan lebih dari 1% menyusul pelemahan yang cukup mengkhawatirkan di Asia. Indeks Eurostoxx (-1.47%), FTSE (-1.86%), DAX (-1.39%) dan CAC (-1.56%) melemah dengan pergerakan gap down. Tarjamnya kenaikan imbal hasil 10 tahunan di AS menyebabkan investor melakukan aksi jual. Pemangkasan neraca dan menaikan suku bunga memprovokasi kemarahan Trump dan membantu memaksa repricing aset berisiko menjadi dasar faktor pelemahan ekuitas global. Investor akan menanti data inflasi dan stok persediaan minyak di AS yang diperkirakan cukup membuat rebound jangka pendek mayoritas ekutias disana. Pada akhir pekan Investor akan disuguhkan data Aktifitas perdagangan di China dengan Data import pada ekspektasi turun menjadi 15.0% dan export menjadi 8.9%.

Advertisement