INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM optimis penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dapat mencapai target sebesar Rp 123,56 triliun hingga akhir 2018. Oleh karena itu, pihaknya akan menambah satu koperasi penyalur kredit usaha rakyat.
Saat ini koperasi penyalur KUR yaitu, Kospin Jasa Pekalongan, KSP Kopdit Obor Mas, dan yang baru Koperasi Guna Prima Dana.
Deputi Pembiayaan Koperasi dan UKM, Yuana Setyowati mengatakan tambahan satu koperasi ini akan segera diluncurkan oleh pemerintah di Bali, dan saat ini sedang dilakukan upaya pengesahan koperasi tersebut sebagai penyalur KUR.
“Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini, sudah bisa terealisasi penambahan Koperasi penyalur KUR, yaitu Koperasi Guna Prima Dana,” ujar dia di Kemenkop dan UKM, Jumat (28/9/2018).
Dia berharap dengan adanya tambahan satu koperasi sebagai penyalur KUR dapat mendorong koperasi lain untuk bisa menjadi penyalur.
Untuk menjadi penyalur KUR, koperasi wajib memenuhi persyaratan yang ditetapkan OJK dan Bank Indonesia. Diantaranya kredit bermasalah (NPL) di bawah 5 persen, portofolio kredit di atas 5 persen, dan memiliki sistem online yang terhubung dengan Sistem Informasi Kredit Program ( SIKP ).
Koperasi tersebut juga harus melakukan kerjasama pembiayaan dengan Kementrian Koperasi dan UKM sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Syarat-syarat ini juga berlaku untuk perbankan dan lembaga keuangan non perbankan.
"Kami berharap koperasi penyalur KUR, tidak hanya 2 saja, sehingga nantinya akan ada satu koperasi di setiap propinsi," pungkas Yuana. Saat ini jumlah penyalur KUR sebanyak 41 lembaga. Jumlah tersebut terdiri dari 35 perbankan, 4 lembaga non perbankan dan 2 koperasi.