INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) menjelaskan , hinga bulan Agustus 2018, proyek pengerjaan konstruksi jalan tol Pandaan-Malang di Jawa Timur telah mencapai 60 persen.
Proyek konstruksi jalan tol sepanjang 38,48 km tersebut masih menyisakan 10 persen lahan yang belum dibebaskan. Perseroan mendapat kontrak tersebut dari PT Jasamarga Pendaan Malang. Hingga kini, pemilik kontrak terus berupaya membebaskan lahan tersebut.
"Perseroan Optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan pembangunan propyek jalan tol Pandaan-Malang hingga akhir tahun 2018, sehingga jalan tol tersebut dapat langsung dioperasikan secara maksimal pada awal tahun 2019," kata Dirut PT PP Lukman Hidayat, dikutip dari keterbukaan informasi di BEI, Senin (10/9/2018).
Jalan tol Pandaan-Malang merupakan bagian dari proyek strategis nasional. Perseroan dipercaya menjadi main contractor unutk menyelesaikan pembangunan proyek jalan tol sepanjang 38 km tersebut.
Jalan tol ini merupakan bagian dari proyek jalan tol Trans Jawa yang dibagi dalam 5 seksi wilayah. Seksi I pandaan-Purwodadi sepanjang 15,475 km, Seksi 2 Purwodadi sepanjang 8,050 km, Seksi 3 Lawang-Songosaro sepanjang 7,100 km, seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4,750 km dan seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,113 km.
Jalan tol ini akan terhubung dengan jalan tol Gempol-Pandaan-Malang sepanjang 3,113 km. Dengan demikian dapat memangkas waktu tempuh Pandaan-Pasuruan-Gempol-Surabaya.
Keberadaan tol ini dapat mengurangi jalan arteri atau jalan nasional yang menghubungkan ruas jalan Pandaan-Malang sehingga dapat memperlancar transportasi industri karena jalur tersebut merupakan akses menuju kota wisata Malang dan Batu. Apalagi sepanjang jalan merupakan pemandangan yang indah sehingga menjadi salah satu keunggulan ruas tol Pandaan-Malang.
Investor proyek jalan tol Pandaan-Malang ini antara lain PT Jasamarga Pandaan Malang dengan para pemegang sahang antara lain PT Jasa Marga Tbk sebesar 60 persen, PT PP Tbk sebesar 35 persen dan PT SMI sebesar 5 persen.
Darisisi biaya, proyek jalan tol tersebut menelan biaya investasi Rp5,97 triliun. Sumber pendanaan berasal dari modal perusahaan 30 persen dan sisanya sebesar 70 persen dari pinjaman perbankan.