INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak tertahan diawal pekan dengan kecenderungan menguat terbatas menuji kembali MA50 pada rentan pergerakan 5830-5910. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA, BBRI, MAPI, ADRO, ELSA, ERAA, PTPP, TRAM.
"Secara teknikal pergerakan IHSG diakhir pekan hampir menutup pelemahan signifikan yang terjadi pada hari rabu dengan bergerak menguji resistance Moving Average 50 hari dikisaran level 5900. Indikator stochastic golden-cross pada area yg cenderung nanggung dekat oversold," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (10/9/2018).
Mengakhiri pekan mayoritas indeks saham Asia ditutup mixed. Penguatan dipimpin oleh IHSG (+1.30%) dan Indeks CSI (+0.45%) sedangkan indeks Nikkei (-0.80%), TOPIX (-0.48%) dan KOSPI (-0.26%) memimpin pelemahan. Investor tetap kembali menunggu langkah terbaru pada perdagangan perdagangan AS-China serta aksi tunggu data utama dari Negara terbesar di dunia.
IHSG (+1.30%) ditutup menguat cukup optimis 75.37 poin kelevel 5851.46 diantara indeks saham di Asia. Aksi jual investor asing teredam diakhir pekan setelah tercatat net sell 280.35 Miliar. Emiten aneka Industri (4.42%) dan Consumer (-2.89%) memimpin penguatan. Dara indeks keyakinan konsumen turun moderate dan data cadangan devisa masih berada di atas $115 miliar seakan menjadi penawar ketegangan investor pada nilai tukar rupiah. Melihat prospek perintah terhadap intervensi rupiah masih mempunyai nafas.
Ekuitas Eropa membuka pekan dengan pesimis. Indeks Eurostoxx (-0.33%), FTSE (-0.57%), DAX (-0.29%) dan CAC (-0.14%) dibuka cenderung melemah setelah data GDP YoY kuartal ke2 turun dibawah ekspektasi stabil dilevel 2.1% dari 2.2%. Sentimen selanjutnya Tiongkok akan merilis data aktifitas export dan import serta neraca perdagangan dengan ekspektasi mengalami perlambatan dari aktifitas export hingga dilevel 10% dari 12.2%. Selain itu Tiongkok pun merilis data inflasi dengan ekspektasi bertumbuh.