INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyatakan, jumlah produksi dan pendapatan PT Saka Energi Indonesia akan menurun pasca PT Pertamina (Persero) menguasai 100% wilayah kerja Southeast Sumatera (WK SES).

Advertisement

Pada 16 Januari 2014, PT Saka Energi Indonesia melalui anak perusahaan PT Saka Energi Sumatera (SES) menjadi pemegang 8,90% partisipasi interes pada wilayah kerja Southeast Sumatera (WK SES).

Dengan demikian, struktur pemegang partisipasi intere WK SES adalah CNOOC SES Ltd sekitar 65,54%, PT Pertamina Hulu Energi OSES sebanyak 20,55%, Kufpec Indonesia (SES) BV memiliki 5%.

Advertisement

"Mengingat kontrak kerja sama WK SES berakhir pada 5 September 2018, pemegang partisipasi interes mengajukan proposal perpanjangan KKS WK SES kepada pemerintah pada tanggal tersebut," tutur Sekretaris Perusahaan, Rachmat Hutama, dalam keterbukaan informasi BEI pada Kamis (6/9/2018).

SKK Migas melalui surat nomor: SRT-004/SKKO000/2017/S1 tanggal 18 Januari 2017, menyampaikan bahwa pemerintah melalui surat Menteri ESDM Nomor 358/13/MEM.M/2017 tanggal 6 Januari 2017 perihal pengelolaan wilayah kerja Southeast Sumatera Pasca 5 September 2018 telah memutuskan KKS WK SES berakhir pada 5 September 2018 dan tidak diperpanjang.

Advertisement

Pemerintah menetapkan PT Pertamina (Persero) sebagai pengelola WK SES pasca 5 September 2018. "Dengan berakhir dan tidak diperpanjangnya KKS WK SES, maka akan berdampak pada penurunan jumlah produksi dan pendapatan bagi Saka Energi," katanya.(imq)

Advertisement