INDUSTRY.co.id - Yogyakarta, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara mengatakan, implementasi industri 4.0 mampu mendongkrak investasi sektor industri di Indonesia. 

Advertisement

"Penerapan industri keempat memang harus diakui dapat menarik investasi sektor industri nasional," ungkap Ngakan dalam saat paparan dalam Workshop Pendalaman Kebijakan Industri di Hotel Rich Yogyakarta, Kamis (30/8/2018).

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, sektor industri memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan nilai investasi pada semester I tahun 2018. 

Advertisement

Jumlah penanaman modal dari kelompok manufaktur mencapai Rp122 triliun melalui 10.049 proyek atau menyumbang 33,6 persen dari total nilai investasi sebesar Rp361,6 triliun.

Sepanjang semester I-2018, penanaman modal dalam negeri (PMDN) dari sektor industri berada di angka Rp46,2 triliun. Sedangkan, penanaman modal asing (PMA) dari sektor industri mampu menembus hingga USD5,6 miliar atau Rp75,8 triliun. 

Advertisement

"Adapun kontribusi PMDN tertinggi dari sektor manufaktur, di antaranya industri makanan sebesar 47,50 persen (senilai Rp21,9 triliun), industri kimia dan farmasi 14,04 persen (Rp6,4 triliun), serta industri logam, mesin, dan elektronika 12,70 persen (Rp5,8 triliun)," ungkap Ngakan. 

Selain itu, lanjut Ngakan, jumlah tenaga kerja sektor industri pada semester I-2018 mencapai 17,92 juta orang, angka tersebut meningkat dari semester yang sama pada tahun lalu yang mencapai 17,56 juta orang. 

Advertisement

"Hal ini terbukti bahwa implementasi industri 4.0 dapat meningkatkan investasi dan tenaga kerja nasional," imbuhnya. 

Oleh karena itu, tambah Ngakan, upaya menarik minat investasi asing menjadi salah satu dari 10 langkah prioritas nasional dalam memasuki era revolusi industri keempat sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Hal ini dapat mendorong transfer teknologi kepada perusahaan lokal. 

"Untuk meningkatkan investasi, Indonesia akan secara aktif melibatkan perusahaan manufaktur global, memilih 100 perusahaan manufaktur teratas dunia sebagai kandidat utama dan menawarkan insentif yang menarik, dan berdialog dengan pemerintah asing untuk kolaborasi tingkat nasional," paparnya.

Menurut Ngakan, implementasi industri keempat secara langsung akan memberi dampak untuk revitalisasi sektor manufaktur, serta meraih kembali posisi net ekspor Indonesia ke level yang sama pada tahun 2000.

"Dengan implementasi industri 4.0 akan membawa Indonesia menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030," tutur Ngakan.