INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menghadapi tantangan dunia industri yang kian kompetitif, perusahaan produsen mobil, Toyota berkeinginan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri otomotif dengan menyelenggarakan Program Kelas Budaya Industri.
"Tujuan diluncurkannya program ini untuk memperkaya keterampilan lulusan SMK sehingga lebih mudah terserap dengan baik di dunia usaha. Apalagi tantangan dunia industri yang semakin kompetitif menuntut tersedianya SDM yang dapat beradaptasi langsung," kata Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono di Pati pada akhir pekan lalu.
Menurut Warih, dengan mereka bisa bisa masuk industri akan mendapatkan gaji. Sehingga, dengan gaji akan menghasilkan konsumsi. "Jika konsumsi meningkat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Konsumsi bagus, industri bagus, trade balance juga bagus," tambah Warih.
Sementara Direktur Administration, Corporate & External Affairs TMMIN Bob Azam mengatakan, kelas budaya industri dijalankan untuk memperbesar kemungkinan lulusan SMK untuk memenuhi kebutuhan SDM di industri.
"Mereka akan digembleng agar memiliki ketekunan dan mentalitas berpikir seperti engineer yang mengedepankan analisa. Kebiasaan bekerja sistematis, efisien, dan efektif menjadi tujuan utama program Kelas Budaya Industri," ujar Bob.
Direktur Toyota Astra Motor (TAM), Darmawan Widjaja menambahkan, sejalan dengan visi Toyota Indonesia untuk turut berkontribusi terhadap pendidikan nasional, perseroan berharap Program Kelas Budaya Industri ini dapat turut meningkatkan mutu keterampilan dan kemampuan para siswa.
"Ini juga dapat memenuhi kebutuhan tenaga terampil dalam industri otomotif yang terus berkembang," tutur Darmawan.
Sebagai program perdana, Toyota akan melakukan uji coba kepada 15 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemilihan ini berdasarkan komitmen yang ditunjukkan oleh para SMK tersebut dalam peningkatan kualitas pembelajaran.
Uji coba Kelas Budaya Industri akan dilakukan dalam 2 tahun ajaran, mulai tahun ajaran 2018/2019 di kelas XI dan mulai tahun ajaran 2019/2020 seterusnya di kelas XII. Pembelajaran akan menggunakan kurikulum resmi perpaduan kurikulum nasional yang berlaku saat ini dan muatan budaya industri.