INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang kembali meningkat dengan adanya imbas dari sentimen tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Meksiko tampaknya dapat menghalangi potensi penguatan imbal hasil obligasi dalam negeri meskipun didukung dengan adanya penguatan nilai tukar Rupiah.
"Diharapkan peluang kenaikan masih lebih besar dibandingkan penurunan sehingga dapat membuat laju pasar obligasi dalam negeri dapat bertahan positif. Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali," ungkap analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (28/8/2018).
Masih adanya kenaikan laju Rupiah membuat pasar obligasi dalam negeri masih bergerak positif. Akan tetapi, pergerakan positif tersebut tertahan dengan sikap pelaku pasar lainnya yang merespon rencana kenaikan suku bunga The Fed secara bertahap. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 3,35 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 1,09 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 1,14 bps.
Laju pasar obligasi cenderung kembali menguat dengan merespon sejumlah sentimen positif. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 91,71% memiliki imbal hasil 7,75% atau naik 0,001 bps dari sebelumnya di harga 91,70% memiliki imbal hasil 7,75%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 91,90% memiliki imbal hasil 8,34% atau turun 0,008 bps dari sehari sebelumnya di harga 91,83% memiliki imbal hasil 8,35%.
Pada Senin (27/8), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,06 bps di level 109,51 dari sebelumnya di level 109,44. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,05 bps di level 105,10 dari sebelumnya di level 105,15. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,99% dari sebelumnya di level 7,94% dan US Govnt bond 10Yr di level 2,85% dari sebelumnya di level 2,818% sehingga spread di level kisaran 515,3 bps lebih tinggi dari sebelumnya 512,2 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,80%-9,90%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,20%-10,23%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,38%-11,48%, dan pada rating BBB di kisaran 13,99%-14,02%.