INDUSTRY.co.id - Jakarta-Presiden Jokowi optimis  ada konsentrasi ke pariwisata, nyatanya akhir 2018, kunjungan 17 juta wisman juga bisa dicapai.

Advertisement

"Thailand bisa 34 juta,  saya kira kita bisa samai Thailand, paling tidak produk harus lebih detil, kemasan diperbaiki,  ini pekerjaan kita bersama baik di Kadin daerah maupun pusat," katanya Senin (27/8/2018)

Menurut dia,  masih banyak yang harus diperbaiki tetapi intinya pemerintah ingin tidak melulu konsentrasi pada pertumbuhan ekonomi tapi juga pada kualitas pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Advertisement

Pada awal sambutannya Presiden mengatakan bahwa ketidakpastian kondisi perekomian dunia makin besar. Kalau dulu orang takut pada perang dagang AS-China, sekarang tambah lagi dengan urusan Turki.

"Saya tidak tahu akan ada ketidakpastian apa lagi,  saya kira perekonomian dunia semakin tidak menentu dan terakhir ketika saya ketemu Presiden Bank Dunia, Kim, saya tanya bagaimana kira kira prospek pertumbuhan ekonomi maupun perekonomian global," katanya.

Advertisement

Bank Dunia secara umum tidak punya saran dan sulit diprediksi. "Ya artinya menurut saya, internal kita sendiri yang harus diperbaiki," kata Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan itu Presiden Jokowi didampingi oleh Mensesneg Pratikno.  Sementara dari kalangan pengusaha yang hadir antara lain Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, Garibaldi Thohir (Adaro), Anindya N Bakrie (Bakrie Group), Muki Hamami (Trakindo Utama), Martin Hartono  (PT Djarum), Anthony Pradiptya (Plug and play), Axton Salim (Salim Group) dan Michael Soeryadjaya (Saratoga Investama Sedaya).

Advertisement