INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bangsa, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) terus berkomitmen penuh untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat dengan merekrut dan mengembangkan  tenaga pemasaran yang handal dan berkualitas melalui para anggotanya.

Advertisement

Hal tersebut dilakukan, karena menurut Ketua Umum, pada kuartal kedua tahun 2018, penetrasi asuransi jiwa yang dilihat dari besarnya jumlah tertanggung perorangan terhadap jumlah penduduk menunjukkan nilai di  angka 6,6%.

"Sampai akhir kuartal kedua 2018, pertumbuhan total tertanggung industri asuransi jiwa mengalami penurunan 9,0% dari 58.509.690 orang menjadi 53.271.946 orang," katanya di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Advertisement

Penyebab penurunan tertanggung, kata dia, hal ini  disebabkan karena terjadinya penurunan jumlah tertanggung, baik perorangan maupun  kumpulan, dimana banyaknya klaim nilai tebus (surrender) dengan proporsi terhadap total  klaim mencapai 57,3%.

Advertisement