INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Lewat serangkaian kegiatan mulai pelatihan hingga praktek di lapangan, SMK asal Yogyakarta yang menamakan kelompoknya “SMK Juragan Kebumen” menjuarai kompetisi Khong Guan SMK Jago Jualan 2018 yang diselenggarakan oleh perusahaan biskuit Khong Guan. Penobatan juara dilakukan dalam malam penghargaan yang berlangsung meriah di Swiss Bel Hotel, Jakarta, Minggu (12/8) dan disaksikan oleh 10 finalis lainnya yang diundang ke Jakarta oleh penyelenggara.

Advertisement

Sebelumya, ada lebih dari 100 kelompok dari seluruh Indonesia yang ikut mendaftarkan kepada penyelenggara. Setelah melalui serangkaian tes yang dilakukan secara online, dipilih puluhan SMK untuk mendapatkan pelatihan. Lalu dari sana di saaring lagi hingga diperoleh 10 finalis.

“Kegiatan ini tidak hanya bersifat promosi produk kami berpromosi tetapi juga bermaksud memberikan kontribusi supaya siswa SMK tidak cuma memperoleh teori ilmu pemasaran di sekolah namun membantu mereka mampu menunjukkan kompetensi yang bukan hanya jualan saja,” dijelaskan Tan Tommy Hartono, National Sales Manager PT Khong Guan Biscuit Indonesia.

Advertisement

“Berjualanlah yang bertanggung jawab. Jangan hanya menawarkan harga tetapi value, agar tidak banyak menghasilkan penolakan-penolakan. Artinya bukan sekadar angka yang dijual, tetapi value terhadap produk itu sendiri yang perlu kita sampaikan ke calon pembeli. Cara menjual yang baik. Kegiatan ini bukan sekadar (mengusung) branding tetapi partisipasi kontribusi kita di bidang industri terhadap anak-anak SMK. Yang terbaik bakal direktrut oleh Khong Guan,” imbuh Tommy.

Dedy Budiman sebagai Penanggung Jawab Program “SMK Jago Jualan 2018”, mengakui penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia adalah para lulusan SMK. “Jadi kenapa ya kita tidak berpikir untuk melakukan sesuatu ketimbang komplen yaitu melalui program kegiatan seperti ini, menggunakan para mentor pendamping supaya mereka berhasil masuk ke tengah masyarakat, karena kita tidak mau memberikan sekadar awarding lalu setelah itu selesai.”

Advertisement

“Karena yang penting menciptakan tenaga kompeten di tengah masyarakat. Itu tujuan utamanya. Di setiap 10 daerah SMK finalis terbaik ada teman- volunteer sebagai mentor mereka, mentor yang profesional dan siap membantu. Ataupun pengusaha yang rela membantu mendampingi lewat grup-grup aplikasi WhatsApp,” imbuh Dedy.

Sektor ekonomi yang menggerakkan adalah orang-orang penjualan tapi imej-nya negatif. Jadi program kegiatan ini sekaligus “mencuci otak” tenaga penjualan adalah profesi yang bagus.“Para tenaga penjualan yang menghasilkan omset. Orang marketing hanya berkonsep, orang-orang sales itu yang mengeksekusi menghasilkan duit. Yang promo marketing, yang dapet duit sales. Marketing dapet bonus, sales dapet komisi,” terang Dedy, semangat.

Advertisement

Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Saryadi menyanjung program “Khong Guan SMK Jago Jualan” karena melibatkan para praktisi dengan didukung Khong Guan yang membimbing bagaimana supaya mereka memiliki kompetensi sesuai tuntutan perusahaan.

 

“Program  ini ada orientasi ke pekerjaan yang mendukung perekonomian nasional, dan mengangkat penghasilan menghidupi keluarga. Durasinya enam bulan mirip dengan program praktik kerja industri bermitra dengan para mentor dan profesional, merasakan kerja yang sesungguhnya,” pungkas Saryadi

Finalis dari kegiatan ini adalah ssebagai berikut :

1. Team juragan kebumen - Yogja

2. Team lancang kuning - Pekanbaru

3. Team Han's beauty - Solo

4. Team 45SJJS - Bandung

5. Team invinity - Bukit tinggi

6. Team exciting paser - Balikpapan

7. Team Gensarana - Padang

8. Team mythic squad - Belitung

9. Team spemda squad - Semarang

10. Team sales squad – Manado  (AMZ)