INDUSTRY.co.id - Bandung- Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Barat, mengirimkan sebanyak tujuh kontainer logistik untuk membantu korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kalau sekarang yang kita berangkatkan dari masyarakat Jabar kurang lebih 6.000 paket pangan yang isinya beras, minyak, dan gula. Kita kirimkan langsung ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat Jabar," ujar Head Of ACT Jabar, Adi Nurdiansyah di Bandung, Jumat (10/8/2018
Menurut dia, logistik yang dikirimkan berasal dari sumbangan warga Jawa Barat yang dikumpulkan melalui lembaga amal untuk kemudian dihimpun dan disalurkan oleh ACT itu, berangkat dari Bandung menuju Lombok, NTB.
Ada dua tahap pemberian bantuan yang akan dilakukan ACT, yakni pada saat fase emergency (tanggap darurat) dan fase pemulihan.
Pada fase Emergency, kata dia, bantuan yang disalurkan lebih memprioritaskan makanan. Pasalnya, pada fase tersebut masih dalam tahap pencarian dan evakuasi para korban.
"Fase emergency yang paling dibutuhkan makanan salah satunya, kemudian selimut terutama bagi bayi dan balita, dan makanannya juga berbeda," kata dia.
Kemudian pada fase pemulihan, ACT bersama lembaga amal lain akan membangun kembali fasilitas umum yang rusak akibat gempa, seperti bangunan sekolah, rumah sakit, tempat ibadah dan yang lainnya.
Sementara untuk pakaian, ACT berupaya untuk mengurangi bantuan berupa sandang. Berkaca pada banjir yang melanda Garut, pakaian-pakaian yang dikirim masyarakat malah menumpuk dan tidak terpakai.
Meski begitu, ACT bukan tidak menerima bantuan berupa pakaian, namun yang saat ini paling dibutuhkan yakni makanan bagi masyarakat dan bayi atau balita.
Setelah fase emergency selesai dan masuk ke fase pemulihan, pakaian terutama seragam sekolah bagi anak-anak sangat dibutuhkan.
"Kita tidak berhenti di emergency saja. Setelah emergency, orang lupa bahwa yang terberat di recovery," kata dia