INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah bergerak cepat dalam penanganan tanggap darurat pascagempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter di Nusa Tenggara Barat.

Menteri PUPR dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu (8/8/2018) , menyebutkan bahwa usai peresmian arena layar dan jetski di Pantai Barat Ancol, dirinya segera berangkat ke Lombok Utara pada Senin (6/8/2018).

Setibanya di Bandara Internasional Lombok, Menteri Basuki didampingi Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, dan Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Achmad Gani Ghazaly, langsung menuju Kabupaten Lombok Utara untuk melakukan rapat koordinasi di tenda darurat Posko Induk Gabungan yang berlokasi di Kecamatan Tanjung, Ibu Kota Kabupaten Lombok Utara.

Kecamatan Tanjung dihuni penduduk sekitar 47 ribu dan dilaporkan menerima dampak korban jiwa dan material terparah.

Pada petang harinya, Menteri Basuki juga bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei. Kepala BNPB ketika itu menyampaikan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Lombok Utara lumpuh sehingga untuk pengiriman bantuan mengharapkan peranan pemerintah pusat dan provinsi.

"Kabupaten Lombok Utara menderita dampak bencana yang paling parah. Untuk itu, kita konsentrasi di sini bukan berarti tidak memperhatikan yang lain. Yang lain tetap kita perhatikan. Jadi yang penting, kami minta masyarakat untuk tetap sabar dan percaya bahwa kita akan bekerja keras untuk itu," kata Willem.

Dukungan dari Kementerian PUPR dibutuhkan, terutama air bersih dan sanitasi untuk para pengungsi.

"Kami juga harapkan keterlibatan Kementerian PUPR dalam verifikasi jumlah dan kategori rumah yang rusak sehingga bisa lebih cepat," kata dia kepada  awak media.

Menteri Basuki berpesan kepada jajarannya bahwa proses perbaikan rumah harus mengikuti standar dan pedoman teknis bangunan tahan gempa. Hal itu harus dilakukan di bawah supervisi yang ketat sekaligus sebagai bentuk edukasi publik bagaimana membangun rumah yang berkualitas, layak huni, dan tahan gempa.