INDUSTRY.co.id - Jakarta - Posisi IHSG saat ini menguji upper bollinger bands dengan indikasi terkoreksi jangka pendek pada rentan pergerakan 6049-6145. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya GGRM, INCO, INKP, ISAT, ERAA, LTLS.
"Pergerakan yang cenderung tertekan terlihat pada IHSG secara teknikal. Pergerakan seakan tertahan lantaran posisi IHSG telah mendekati target MA200 dimana indikasi pulled back dan terkoreksi jangka pendek cukup besar. Indikator stochastic bergerak pada zona jenuh beli dengan pola dead-cross sedangkan Momentum Indikator RSI terkonsolidasi pada area dekat overbought," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (9/8/2018).
Kemarin, IHSG (+0.06%) ditutup menguat tipis +3.58 poin dilevel 6094.83 dengan sektor pertanian (+4.06%) dan Industry dasar (+1.59%) menjadi faktor penahan IHSG di Zona hijau disaat mayoritas indeks saham di Asia cenderung melemah. Pemerintah Indonesia menyatakan keberatan dengan langkah upaya AS yang melakukan retaliasi pada sengketa WTO jika indonesia gagal memenuhi kewajibannya. Selain itu sentimen dari perbankan cukup positif setelah Moody's memberikan outlook stabil pada sektor keuangan Indonesia. Investor asing tercatat net sell 484.21 Miliar rupiah dengan pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap USD stabil dilevel 14439 rupiah per USD.
Mayoritas indeks saham Asia ditutup bervariasi dengan Indeks Nikkei (-0.08%), TOPIX (-0.08%), Hangseng (+0.39%), CSI (-1.61%) dan KOSPI (+0.06%) cenderung tertekan setelah sempat menguat pada sesi pertama. Meskipun PBOC memberikan pernyataan untuk mencari stabilisasi mata uang Yuan investor masih khawatir dengan perdagangan global ditengah AS mulai mamaksakan 25% bea pada tambahan $16 miliar dalam import China.
Indeks Eurostoxx (-0.10%), FTSE (+0.46%) dan DAX (-0.07%) ditutup terkonsolidasi mengiringi penutupan mayoritas ekuitas Asia. Emiten kesehatan dan perusahaan asuransi jatuh pada mayoritas indeks saham di Eropa mengimbangi naiknya perusahaan teknologi dan bahan baku yang rilis kinerja diatas ekspektasi. Data ekonomi selanjutnya yang akan rilis yakni Tingkat inflasi di Tiongkok, Indeks harga produsen dan pengangguran di AS.