INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bagi PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU), tahun 2017 merupakan tahun kebangkitan khususnya untuk bidang offshore support vessel, setelah tahun sebelumnya mengalami tekanan akibat turunnya harga minya dunia.

Advertisement

Perbaikan kinerja Perseroan tercermin dari meningkatnya pendapatan Perseroan dari Segmen Usaha Charter Hire, yang merupakan bisnis utama Perseroan, mengalami peningkatan pendapatan sebesar hampir 19% disebabkan karena penyesuaian daily charter rate mendekati angka seperi kontrak awal.

Secara keseluruhan pendapatan usaha naik sebesar 16,29% dibandingkan dengan tahun 2016. Kenaikan pendapatan ini juga berdampak pada penurunan kerugian tahun berjalan pada tahun 2017 sebesar USD 3,156 juta, sementara pada tahun 2016 tercatat rugi tahun berjalan sebesar USD 6,806 juta.

Advertisement

“Sepanjang 2017, Pelayaran Tamarin mencatat pendapatan US$ 14,8 juta. Angka ini naik 16,3% dari perolehan 2016. Kenaikan ini ditopang semua lini usaha. "Charter hire naik 18,99% dari US$ 11 juta tahun 2016 menjadi US$ 13,1 juta, diikuti oleh segmen catering yang naik 3,73% menjadi US$ 1,7 juta dari US$ 1,6 juta," ujar Direktur sekaligus Corporate Secretary Perseroan, Leo A. Tangkilisan, dalam paparan Publik (Public Expose), di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018). 

Leo mengatakan, pada tahun 2017 Perseroan berhasil meningkatkan utilisasi kapal Perseroan dan dari sisi operasional secara maksimal melakukan efisien disegala bidang dengan tujuan optimalisasi kinerja Perseroan secara menyeluruh.

Advertisement

Perseroan juga tetap menjaga tingkat Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan Kerja (Health, Safety and Environment - HSE) pada tingkat terbaik dengan tidak ada kecelakan kerja yang berakibat hilangnya jam kerja (No Lost Time Incident) dan juga tidak ada kecelakaan fatal yang mengakibatkan kehilangan jiwa (Fatality).

Manajemen, lanjut Leo, berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan serta menjaga kelestarian lingkungan. Perseroan juga berhasil mempertahankan sertifikat System Management Terintegrasi ISO 9001 - 14001 -18001.

Advertisement

Public Expose ini diselenggarakan setelah dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) di tempat yang sama.

RUPST Perseroan menyetujui 6 (agenda) agenda rapat, yaitu dispensasi keterlambatan penyelenggaraan RUPST untuk tahun buku 2017, menyetujui Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, menyetujui penetapan honorarium anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, menyetujui penunjukan Akuntan Publik untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil  Penawaran Umum, dan menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris.

Sementara itu dalam RUPSLB, Ketua Rapat memutuskan untuk membatalkan Rapat karena hingga saat ini Perseroan belum bisa memutuskan kepastian mengenai aset yang akan dibeli. Demikian pula dengan rencana peminjaman uang dan / atau menjaminkan saham untuk memperoleh pendanaan dari Bank, Lembaga Keuangan atau Pihak Ketiga lainnya belum dapat diperinci lebih lanjut. (Kormen)