INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ekspor produk manufaktur diprediksi bangkit pada tahun ini, dengan estimasi pertumbuhan 5,5% menjadi US$115,79 miliar dibanding realisasi tahun lalu sebesar US$109,76 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Haris Munandar menuturkan, membaiknya kondisi ekonomi global akan menjadi salah satu penggerak peningkatan ekspor manufaktur Indonesia.
"Ekspor manufaktur tahun ini akan tumbuh signifikan jika dibandingkan tahun lalu yang di bawah 5%," kata Haris di Jakarta, Selasa (7/2/2017).
Haris menngatakan, salah satu faktor yang mendorong ekspor manufaktur tahun ini adalah membaiknya perekonomian global, terutama Tiongkok. Kondisi tersebut akan mendorong peningkatan permintaan global, sehingga membuka peluang industri nasional untuk menggenjot ekspornya.
"Langkah beberapa industri manufaktur yang lebih fokus menggarap pasar ekspor, semakin memperbesar peluang tercapainya target pertumbuhan 5,5%. Industri yang akan menggenjot ekspor diantaranya adalah industri tekstil, makanan dan minuman, serta pengolahan besi baja." ujarnya.
Haris menilai, banyak industri yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan ekspornya dan pihaknya konsisten untuk mendorong industri-industri tersebut untuk terus meningkatkan produksinya, baik untuk pasar domestik maupun pasar ekspor.
"Kami mendukung langkah PT Dirgantara Indonesia untuk mengekspor pesawat ke beberapa negara dengan memanfaatkan dana penugasan khusus. Dana itu nantinya digunakan untuk aktivitas ekspor," ujar Haris.