INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Diperkirakan pergerakan imbal hasil global yang kembali bergerak naik seiring penguatan USD terlihat menghalangi potensi penguatan pasar obligasi dalam negeri. Aksi jual pun dapat kembali terjadi.
"Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali jika sentimen positif yang ada kurang kuat mendukung bertahannya pasar obligasi," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Pergerakan Rupiah yang menguat tampaknya belum memberikan sentimen positif buat pasar obligasi dalam negeri dimana cenderung tertahan kenaikannya. Pelaku pasar masih mengkhawatirkan imbas ancaman perang dagang terhadap pergerakan USD yang membuat sejumlah imbal hasil obligasi AS menguat. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 1,39 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 3,75 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 1,65 bps.
Laju pasar obligasi cenderung kembali berbalik melemah dengan adanya aksi juak. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 92,00% memiliki imbal hasil 7,653% atau naik 0,004 bps dari sebelumnya di harga 92,00% memiliki imbal hasil 7,649%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 93,65% memiliki imbal hasil 8,15% atau turun 0,002 bps dari sehari sebelumnya di harga 93,63% memiliki imbal hasil 8,15%.
Pada Senin (6/8), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,02 bps di level 109,78 dari sebelumnya di level 109,80. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,05 bps di level 105,21 dari sebelumnya di level 105,26. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,78% dari sebelumnya di level 7,830% dan US Govnt bond 10Yr di level 2,93% dari sebelumnya di level 2,95% sehingga spread di level kisaran 485,1 bps lebih rendah dari sebelumnya 487,6 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung mendatar. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun tipis di kisaran level 9,78%-9,89%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,15%-10,20%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,27%-11,45%, dan pada rating BBB di kisaran 14,00%-14,03%.