INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diperkirakan IHSG akan kembali bergerak tertekan dengan rentan pergerakan 5928-6042. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya BDMN, BSDE, INDF, JSMR, TLKM, TRAM, ADHI.

Advertisement

"Secara teknikal IHSG seakan pulled back upper bollinger bands dengan menguji MA5 sebagai konfirmasi lebih lanjut pada pergerak reversal. Indikator Stochastic terkonsolidasi setelah dead-cross diarea jenuh beli dengan RSI yang memiliki momentum jenuh pada area tinggi," kata analis Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Menutup pekan Indeks saham di Asia mayoritas melemah dengan Nikkei (+0.06%), TOPIX (-0.54%), HangSeng (-0.14%) dan CSI (-1.65%) melemah cukup signifikan. Nilai tukar Yuan terdepresiasi mingguan kedelapan terpanjang sejak tahun 1994 seiring tensi ketegangan trade war AS dan China menjadi alasan.

Advertisement

 

IHSG (-0.07%) ditutup melemah tipis 4.18 poin kelevel 6007.54 diakhir pekan. Indeks sektor aneka industry (-1.90%) dan Infrastruktur (-0.82%) menjadi penekan pergerakan sedangkan Indeks sektor pertanian (+2.29%) dan Keuangan (+0.76%) menahan pelemahan hingga IHSG mampu ditutup melemah tipis. Sentimen dari komitmen pemerintah untuk mengurangi import bahan bakar minyak dan akan lebih meningkatkan penggunaan bahan bakar campuran biodisel dalam negeri hingga 20% mampu menahan pelemahan ditengah bearishnya ekutias Asia diakhir pekan. Investor asing tercatat net sell 176.22 Miliar rupiah dengan kalkulasi mingguan net buy sebesar 1.1 Triliun rupiah.

Advertisement

 

Bursa Eropa membuka perdagangan dengan menguat dengan Indeks Eurostoxx (+0.39%), FTSE (+0.63%), DAX (+0.47%) dan CAC (+0.31%) dibuka pada zona positif pertama kalinya sejak penurunan 3 hari berturut-turut dipekan ini. Estimasi pendapatan yang cukup positif menjadi faktor utama pendorong penguatan ditengah momentum bearish bursa saham Asia diakhir pekan.

Advertisement

 

Sentimen selanjutnya dipekan depan diantaranya; Data pertumbuhan ekonomi dan indeks keyakinan konsumen di Indonesia akan mengawali sentimen diawal pekan dengan ekspektasi naik dimana GDP diperkirakan akan berada dikisaran 5.16% dan Indeks keyakinan konsumen naik 1bps dilevel 128.1. Sentimen asia akan dibanjiri data aktifitas eksport import dan neraca perdagangan di Tiongkok.