INDUSTRY.co.id - Jambi- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan meski rakyat Indonesia berbeda suku bangsa namun perbedaan itu justru membuat Indonesia kuat.
Di hadapan sekitar 7.500 mahasiswa baru Universitas Jambi tahun akademik 2018/2019 di Balairung Universitas Jambi, Sabtu (4/8/2018) Wapres mengatakan, memakmurkan negara di segala bidang adalah salah satu bentuk bela negara.
Karena itu, katanya, kebodohan haruslah dilawan karena itu adalah musuh bangsa.
"Membela negara artinya menjaga bangsa. Jangan anggap banyaknya perbedaan suku menjadi kendala justru perbedaan tersebut membuat kuat kita semua," katanya.
Dalam kesempatan itu Wapres meminta mahasiswa baru Universitas Jambi untuk tekun belajar dengan wawasan kebangsaan dan berniat membangun negeri.
"Anak-anakku pertama kalian harus mampu menjadi seperti yang diinginkan orangtua kalian. Kemudian berniat memajukan bangsa sehingga bangsa kita terus mampu bersaing dengan bangsa lain," ujarnya.
Menurut Jusuf Kalla, apabila penerus bangsa tidak kuat maka ekonomi Indonesia juga tidak akan kuat.
Seperti diketahui, Wapres Jusuf Kalla selain memberikan kuliah umum di Universitas Jambi juga menghadiri kegiatan Dewan Masjid di Masjid Agung Al-Fallah Kota Jambi
Sementara itu, Rektor Universitas Jambi, Prof Johni Najwan kepada Antara mengatakan pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara yang disampaikan Wapres sangatlah penting diberikan kepada generasi muda terutama mahasiswa baru Universitas Jambi.
Johni mengatakan dalam kuliah umum dengan tema wawasan kebangsaan dan bela negara itu diikuti sebanyak 7.500 mahasiswa baru Universitas Jambi yang masuk melalui tiga seleksi.
"Pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara ini penting diberikan kepada generasi muda yang kita harapkan menjadi calon-calon pemimpin bangsa masa depan," ujarnya.
Johni juga berharap kehadiran Wapres untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi para mahasiswa terutama tentang pentingnya wawasan kebangsaan dan bela negara bagi para generasi muda Indonesia.