INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,21% atau 13 poin ke posisi 5.998 pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat (03/08/2018) ini dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.011.
Pelemahan indeks pada rehat tengah hari ini dipicu oleh penurunan harga 170 saham. Di samping itu, terdapat 167 saham naik, 140 saham stagnan dan 173 saham tidak ditransaksikan. IHSG pada sesi pertama perdagangan bergerak antara 5.997-6.023.
Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp19,37 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp2,63 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp16,74 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp869,30 juta.
Adapun total volume transaksi tercatat sebanyak 69,20 juta lot saham, hasil dari 195.482 kali transaksi. Investor asing membukukan aksi jual saham bersih senilai Rp129,55 miliar dengan total volume penjualan bersih sebanyak 334.957 lot saham.
Lima dari sembilan indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor aneka industri mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 2,34% atau 29,53 poin ke posisi 1.230. Kemudian diikuti oleh indeks sektor infrastruktur dan indeks sektor pertambangan yang masing-masing susut 0,63% dan 0,26%.
Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah ASII yang harganya tergerus 3,08% atau Rp225 menjadi Rp7.075 per unit, MNCN yang harganya turun 2,38% atau Rp25 menjadi Rp1.025 per unit dan BJBR yagn harganya tergerus 1,93% atau Rp40 menjadi Rp2.030 per unit.
Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah SMGR yang harganya naik 4,37% atau Rp375 menjadi Rp8.950 per unit, SRIL yang harganya terangkat 1,75% atau Rp6 menjadi Rp348 per unit dan BKSL yang harganya meningkat 1,55% atau Rp2 menjadi Rp131 per unit. (Abraham Sihombing)