INDUSTRY.co.id - Tuban - Presiden Joko Widodo mengatakan konsolidasi kebangsaan akan terus dilakukan agar semua lapisan masyarakat menyadari akan keragaman dan kebhinnekaan bangsa.

"Terus gak ada habisnya itu. Sekali lagi terus, nggak akan ada habisnya, karena kita semuanya harus nyadari bahwa keberagaman ini perlu digandeng-gandengkan. Agar kita tetap satu," kata Presiden di sela-sela meninjau proyek dana desa di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Senin.

Menurut Presiden seperti dikutip Antara, konsolidasi kebangsaan ini untuk mengingatkan semua lapisan masyarakat bahwa persoalan keragaman itu pasti ada.

"Jangan kita melupakan (yang) kelihatannya nggak ada apa-apa ternyata ada apa-apa. Saya selalu hanya mengingatkan, di sini mengingatkan, di sini mengingatkan, itu," kata Presiden yang didampingi Menteri Desa Eko Putro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Kepala Desa Sumurgeneng.

Ketika ditanya isu penistaan agama telah bergeser ke kesenjangan ekonomi, Presiden menjawab bahwa kenyataannya seperti itu.

"Lho memang faktanya seperti itu. Gini rasio kita sudah 0,41, tapi meskipun kemarin sudah turun menjadi 0,397 tapi fakta itu ada gitu," kata Jokowi.

Presiden mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh tinggi tapi yang menikmati masih sebagian kecil masyarakat saja.

"Pertumbuhan ekonomi tinggi, siapa yang menikmati. Ini yang mau kita luruskan agar semuanya bisa menikmati, kenapa ada dana desa, kenapa ada kartu sehat, kenapa ada kartu pintar untuk itu. Arahnya ke situ," kata Presiden.(Hrb)