INDUSTRY.co.id - Jakarta-Presiden Joko Widodo meminta dunia pendidikan, terutama pendidikan tinggi untuk dapat beradaptasi secara cepat. Presiden pertanyakan adalah tidak adanya jurusan logistik yang sekarang sangat diperlukan.

Advertisement

Perguruan tinggi harus mulai berani berubah terkait penyediaan dan pengembangan program studi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan pembangunan.

Berdasarkan data Supply Chan Indonesia (SCI) beberapa perguruan tinggi telah membuka program studi logistik, diantaranya Politeknik Pos Indonesia, Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG), Politeknik APP, dan Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti.

Advertisement

"SCI  memberikan apresiasi kepada pemerintah yang semakin memahami peran penting dan memberikan perhatian serius terhadap sektor logistik, termasuk dalam pengembangan kompetensi SDM-nya" ungkap Setiadji selaku Chairman Supply Chan Indonesia kepada INDUSTRY.co.id (6/2/2017).

Pemerintah melalui kemenko Perekonomian dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Nasional telah mensahkan Skema  Sertifikasi  Kompetensi Profesi Okupansi Nasional Indonesia untuk sektor logistik yang mencakup Warehouse Operator, Logistic Administratif Officer, Warehouse Supervisor, Freight Forwader, Supply Chan Manager dan Truct Driver.

Advertisement

Asosiasi perusahaan di sektor logistik  seperti, ALFI, APTRINDO, dan ASDEKI telah mendirikan Lembaga Sertifikasi  Profesi " Lembaga Insan Prima", yang hingga saat ini telah mensertifikasi 2002 orang.

"Dalam proses sertifikasi kompetensi profesi sektor logistik, SCI berperan sebagai lembaga pelatihan yang memfasilitasi persiapan mengikuti sertifikasi tersebut, terutama untuk jabatan Supply Chan Manager" tamba Setiadji.

Advertisement

Pengakuan terhadap sertifikasi kompetensi sektor logistik akan berkembang menjadi pengakuan oleh negara-negara ASEAN maupun dalam cakupan yang lebih luas. Selain sertifikasi kompetensi profesi dari BNSP, untuk sektor logistik ada beberapa sertifikasi lainnya termasuk sertifikasi Internasional.

Jumlah SDM yang mempunyai sertifikasi kompetensi profesi sektor logistik masih sangat kecil dibanndingkan jumlah SDM sektor tersebut. Diperlukan upaya keras dari pemetintah dan asosiasi-asosiasi terkait dalam sektor logistik,termasuk dalam meningkatkan pemehaman semua pihak atas sertifikasi itu.

Sertifikasi kompetensi profesi sangat diperlukan untuk meningkatkan dan menjaga kompetensi SDM, sehingga akan meningkatkan daya saing termasuk dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).