INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Hero Supermarket Tbk (HERO), operator penjualan ritel supermarket Hero, Giant dan Ikea, mengalami penurunan laba bersih 51,96% menjadi Rp34,29 miliar pada Januari-Juni 2018 dibanding periode yang sama pada 2017 sebesar Rp71,38 miliar.

Advertisement

Menurut laporan keuangan semester pertama 2018 perseroan, penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh penyusutan tipis pendapatan sebesar 1,11% menjadi Rp6,85 triliun dibandingkan realisasi pendapatan per Juni 2017 sebesar Rp6,92 triliun.

Di samping penyusutan pendapatan, penurunan laba HERO tersebut juga disebabkan oleh kenaikan beban usaha dari Rp1,81 triliun per Juni 2017 menjadi Rp1,92 triliun pada paruh pertama 2018-

Advertisement

Kendati demikian laba kotor HERO per Juni 2018 naik tipis 0,1% menjadi Rp1,82 triliun dibanding realisasi laba kotor di periode yang sama pada 2017 sebesar Rp1,79 triliiun. Kenaikan itu disebabkan oleh penurunan beban pokok pendapatan sebesar 2,11% menjadi Rp5,02 triliun.

Hingga 30 Juni 2018, perseroan memiliki aset bernilai total Rp7,8 triliun, atau meningkat 5,98% dibandingkan posisi per 31 Desember 2017 sebesar Rp7,36 triliun. Itu terdiri dari aset lancar senilai Rp3,08 triliun dan aset tetap sebesar Rp4,72 triliun. (Abraham Sihombing)

Advertisement