INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pasar global tidak lagi mengkawatirkan kelebihan pasokan minyak setelah persediaan minyak mentah turun 6,1 juta barel.
John Kilduff, mitra pendiri di hedge fund Energy Again Capital, memperkirakan volume minyak akan turun kembali.
Dalam seminggu hingga 20 Juli, data EIA menunjukkan, volume minyak mentah terendah sejak Februari 2015.
"Dalam bursa berjangka, pasar minyak mentah turun dan rebound kembali," katanya mengutip CNBC di Jakarta, Kamis (26/7/2018).
Menurut dia, meskipun terjadi volatilitas di bursa berjangka, namun data penurunan volume minyak mentah dunia mengurangi sentimen negatif pasar.
"Akan turun lagi produksi minyak 2,3 juta berrel," katanya.