INDUSTRY.co.idJakarta - Asosiasi Galvanis Indonesia (AGI) memberikan penjelasan mengenai penggunaan atap baja galvanis sebagai material konstruksi yang telah digunakan secara luas di Indonesia maupun berbagai negara.

Penjelasan ini disampaikan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai karakteristik, keamanan, dan ketahanan material galvanis berdasarkan standar nasional dan internasional.

Ketua Umum AGI, Harris Hendraka mengatakan, istilah “atap seng” yang dikenal masyarakat umumnya merujuk pada lembaran baja berlapis zinc (baja galvanis), bukan seng murni. Material tersebut telah digunakan selama lebih dari satu abad karena memiliki ketahanan korosi yang tinggi, umur pakai yang panjang, serta biaya perawatan yang relatif rendah.

“Baja galvanis digunakan secara luas pada berbagai infrastruktur strategis karena memiliki perlindungan terhadap korosi dan daya tahan yang baik,” ujar Harris dalam keterangan tertulis.

Menurut AGI, baja galvanis tidak hanya digunakan sebagai material atap dan dinding bangunan, tetapi juga diaplikasikan pada menara transmisi listrik, tiang penerangan jalan, guardrail jalan, jembatan baja, menara telekomunikasi, pelabuhan, instalasi pengolahan air, hingga berbagai fasilitas industri.

AGI menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaan atap baja galvanis yang diproduksi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun standar internasional menyebabkan kanker paru-paru.

Organisasi tersebut menambahkan bahwa risiko gangguan kesehatan dalam sektor konstruksi lebih banyak dikaitkan dengan paparan material tertentu, seperti asbes, bukan baja galvanis.

Dalam keterangannya, AGI juga menjelaskan bahwa zinc (Zn) maupun senyawa hasil oksidasi alami pada permukaan baja galvanis tidak diklasifikasikan sebagai penyebab kanker paru-paru pada penggunaan normal sebagai material bangunan.

Sebaliknya, zinc merupakan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh manusia dan memiliki peran penting dalam fungsi sistem imun, pertumbuhan, penyembuhan luka, sintesis DNA, pembentukan protein, serta aktivitas berbagai enzim di dalam tubuh.

Sebagai organisasi yang menaungi industri galvanis nasional, AGI menyatakan mendukung penggunaan material bangunan yang memenuhi SNI dan standar internasional, sehingga aman, berkualitas, tahan lama, efisien, dan ramah lingkungan.

AGI juga menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, keselamatan bangunan, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

“AGI siap memberikan dukungan berupa kajian teknis, data ilmiah, pengalaman industri, serta masukan berbasis standar nasional maupun internasional untuk mendukung penyusunan kebijakan yang tepat dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Harris.

AGI berharap informasi mengenai material konstruksi dapat dipahami masyarakat berdasarkan bukti ilmiah, hasil penelitian, dan standar teknis yang berlaku, sehingga publik memperoleh pemahaman yang akurat mengenai material yang telah digunakan secara luas dalam pembangunan rumah, fasilitas publik, maupun infrastruktur nasional selama puluhan tahun.