INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5778-5787 untuk mengkonfirmasi kenaikan lanjutan tersebut. Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5828-5842.
“Namun demikian, tetap mewaspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah,” ujar analisPasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (10/7/2018).
Kemarin, pergerakan IHSG mampu berada di atas target Resisten di kisaran 5748-5773 sehingga diharapkan level ini dapat mengkonfirmasikan kenaikan lanjutan. Terutama jika didukung oleh sentimen yang ada, diantaranya positifnya laju bursa saham global yang diikuti terapresiasinya Rupiah dengan memanfaatkan pelemahan USD karena kurang kuatnya data-data ketenagakerjaan. Ketahanan IHSG dan psikologis pelaku pasar pun masih diuji terhadap sentimen yang akan muncul.
Positifnya laju bursa saham Asia meski pelaku pasar juga mencermati dampak dari mulai diberlakukannya tarf dagang antara Tiongkok dan AS, cukup membantu IHSG untuk kembali menguat. Pelaku pasar pun kembali masuk setelah melihat kondisi bursa saham AS di akhir pekan lalu yang juga positif. Harapan akan tidak adanya _crash_ ekonomi global akibat pengenaan tarif dagang diantara kedua negara tersebut dan harapan kebijakan tersebut tidak berdampak negatif secara jangka panjang membuat pelaku pasar berani untuk masuk. Bahkan IHSG pun sempat menguat 2 persen. Pelaku pasar pun memanfaatkan momentum yang ada untuk kembali masuk pada saham-saham yang mengalami pelemahan sebelumnya. Kembali terapresiasinya Rupiah memberikan tambahan sentimen positif meski diimbangi dengan masih adanya aksi jual investor asing senilai Rp485 miliar dan kenaikan tipis imbal hasil