INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung kembali terkonsolidasi pada perdagangan selanjutnya dengan indikasi menahan pergerakan dan mencoba kembali diatas MA5 dengan rentan pergerakan 5715-5830. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya BDMN, HRUM, INDY, INTP, PTBA, UNTR, ROTI, MEDC, PTPP.

Advertisement

“Secara teknikal IHSG membuka pekan dengan melemah setelah mencoba menguat diawal sesi perdagangan. Pergerakan IHSG terpantul pada level Moving Average 5 dan Seakan terkonsolidasi pada pergerakan oversold Indikator Stochastic dan RSI,” ujar Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas di Jakarta, Selasa (3/6/2018).

Kemarin, IHSG (-0.91%) ditutup melemah 52.47 poin dilevel 5746.77 dengan Sektor Aneka Industri (-4.68%) menjadi penekan IHSG dengan saham IMAS (-17.65%) terkoreksi cukup dalam. Data Inflasi bulanan terlihat diatas ekspektasi rilis 0.59% dengan perkiraan hanya dilevel 0.37% pada bulan Juni sedangkan Indeks Kinerja Manufaktur Turun 50.3 dari 51.7 pada periode sebelumnya. Meskipun demikan pertumbuhan pinjaman naik 10.26% YoY dari 8.94% YoY mengisyaratkan langka BI dalam menaikan suku bunga cukup tepat melihat pertumbuhan pinjaman yang telah mencapai double digit.

Advertisement

 Ekuitas jepang ditutup tertekan cukup pesimis diawal pekan. Indeks Nikkei (-2.21%) dan TOPIX (-2.06%) ditutup melemah signifikan seiring pelemahan Indeks CSI (-2.93%) dan KOSPI (-2.35%). Investor kembali gelisah pada perang dagang, risiko politik Eropa dan perbedaan dalam kebijakan moneter di seluruh dunia pada awal semester kedua tahun ini. Di tiongkok data kinerja manufaktur lebih lemah dari perkiraan sementara di Jepang kepercayaan diantara produsen besar tertekan selama kuartal kedua.

 

Advertisement

Indeks Eurostoxx (-0.94%), FTSE (-0.95%) dan DAX (-0.52%) dibuka gap down pada zona negatif mengiringi pelemahan mayoritas bursa saham di Asia. Data indeks kinerja manufaktur PMI di Eropa rilis lebih rendah 54.9 sedangkan data pengangguran turun dilevel 8.4% dari 8.5% diperiode sebelumnya. Sentimen data ekonomi selanjutnya akan rilis data Indeks harga produksi dan penjualan ritel di Eropa.

 

Advertisement