INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Joko Widodo dijadwalkan telah membuka Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018 di Istana Negara Jakarta, pada hari ini (28/6/2018). Acara ASAFF yang diselenggarakan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini akan berlangsung mulai hari ini hingga 1 Juli mendatang di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Dengan mengusung tema "Transforming Challenges into Opportunities: Agricultural Innovation and Food Security", pameran ini terdapat lima program utama yang dilaksanakan. Mulai dari Konferensi Pangan Asia, Pameran Pertanian Asia, Forum Bisnis, Food Festibal dan Anugrah Penghargaan Inovasi Pertanian.
ASAFF 2018 dihadiri lebih dari 300 orang dari berbagai kalangan, antara lain dari unsur pengurus HKTI, sejumlah menteri, dan pimpinan lembaga tinggi negara, seperti sejumlah kepala daerah, perwakilan organisasi dan lembaga, serta petani.
"Presiden sempat menyediakan waktu untuk berdialog langsung dengan para petani. Presiden memang sangat menaruh perhatian pada masalah pertanian, seuingga beliau meminta waktu pembukaan ASAFF ditambah dari jadwal semula, agar bisa melakukan dialog langsung dengan para petani yang akan hadir di Istana Negara," papar Ketua Umim HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko pada Rabu (27/6/2018).
Moeldoko juga menambahkan bahwa HKTI merupakan mitra strategis dan positif pemerintah. Oleh karena itu, ia berharap dalam dialog nanti para petani dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan hal-hal produktif yang bisa bermanfaat bagi para petani.
ASAFF sendiri, merupakan salah satu bentuk dukungan nyata HKTI terhadap target pencapaian swasembada pangan Kementerian Pertanian RI pada 2018. Swasembada pangan nasional mempunyai tujuan utama, yakni guna memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Sementara itu, pemerintah jugaa bercita-cita dapat menjadi pemasok bahan pangan utama di dunia pada tahun 2045 mendatang.
Target itu dapat terwujud dengan mempertimbangkan besarnya sumberdaya yang ada, termasuk besarnya keanekaragaman hayati dan ekosistem pertanian, luasnya potensi lahan subur untuk pertanian, melimpahnya tenaga kerja, tersedianya inovasi, dan teknologi, serta besarnya potensi pasar dalam negeri dan internasional.